Kajian Metal–Organic Frameworks (MOFS) sebagai Material Baru Pengantar Obat

Metal–Organic Frameworks (MOFs) merupakan material berpori baru yang berpotensi sebagai pengantar dan pelepas lambat obat. Strukturnya yang fleksibel, ukuran pori kristalin yang teratur, dan sisi koordinasi yang beragam merupakan beberapa kelebihan dari MOFs yang mendukung dalam enkapsulasi berbagai...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Qonita Awliya Hanif, Reva Edra Nugraha, Witri Wahyu Lestari
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Sebelas Maret 2018-02-01
Series:Alchemy
Subjects:
Online Access:https://jurnal.uns.ac.id/alchemy/article/view/8218
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850283484906520576
author Qonita Awliya Hanif
Reva Edra Nugraha
Witri Wahyu Lestari
author_facet Qonita Awliya Hanif
Reva Edra Nugraha
Witri Wahyu Lestari
author_sort Qonita Awliya Hanif
collection DOAJ
description Metal–Organic Frameworks (MOFs) merupakan material berpori baru yang berpotensi sebagai pengantar dan pelepas lambat obat. Strukturnya yang fleksibel, ukuran pori kristalin yang teratur, dan sisi koordinasi yang beragam merupakan beberapa kelebihan dari MOFs yang mendukung dalam enkapsulasi berbagai obat. Metode yang dapat digunakan untuk sintesis MOFs diantaranya nanopresipitasi, solvothermal, reverse microemulsion, dan reaksi solvothermal dengan template surfaktan. Karakterisasi material hasil sintesis maupun profil setelah enkapsulasi (loading) dapat dilakukan menggunakan Scanning Electron Micrscope (SEM), Transmission Electron Microscope (TEM), Differential Scanning Calorymetry (DSC), Fourier Transform Infra Red Spectroscopy (FTIR), dan Powder X-Ray Diffraction (PXRD). Metode loading obat terdiri dari dua kategori, yakni penggabungan agen biomedis secara langsung dan loading secara post synthesis. Sebelum MOFs diaplikasikan, perlu dilakukan aktivasi dan penempelan material obat. Pengujian lepas lambat dapat dijalankan pada beberapa kondisi seperti dalam Simulated Body Fluid (SBF), Phosphate Buffer Saline (PBS), Bovine Serum Albumin (BSA) maupun simulasi menggunakan Grand Canonical Monte Carlo (GCMC). Pengujian secara in vivo dan in vitro juga dapat dilakukan untuk mengetahui dampaknya pada tubuh makhluk hidup dan aktivitasnya terhadap sel patogen. Kombinasi organik linker dan ion logam pusat yang berbeda akan menghasilkan ukuran pori, fleksibilitas, kapasitas loading, profil pelepasan obat, toksisitas, dan kemampuan menginhibisi yang berbeda pula. Pada review kali ini akan dibahas tentang kajian singkat terkait struktur dan desain MOFs, bio-MOFs, nano bio MOFs, strategi sintesis, dan strategi loading dan pelepasan obat untuk aplikasi dalam biomedis. Selanjutnya akan diberikan beberapa contoh aplikasi yang sudah dilakukan sejauh ini misalnya beberapa jenis MOFs yang sudah dienkapsulasi dengan beberapa material obat, seperti 5-fluoracil, ibuprofen, doxorubicin, dan dikaji waktu pelepasannya dan interaksinya dengan permodelan komputasi. Study of Metal–Organic Frameworks (MOFs) as a Novel Material for Drug Delivery. Metal–Organic Frameworks (MOFs) are a novel class of porous material that has wide potential applications including in drug delivery and slow release. Its flexible structure, regular crystalline pore size, and various coordination sites are some of the advantages of supporting MOFs properties in the encapsulation of various drugs. Various methods can be used for the MOFs synthesis include nanoprecipitation, solvothermal, reverse micro emulsion, and surfactant-templated solvothermal. Both characterization for synthesized materials and profile after encapsulation can be done using Scanning Electron Microscope (SEM), Transmission Electron Microscope (TEM), Differential Scanning Calorimetry (DSC), Fourier Transform Infra-Red Spectroscopy (FTIR), and Powder X-Ray Diffraction (PXRD). The drug loading method consists of two categories, namely the direct incorporation of biomedical agents and post-synthesis method. Before MOFs are applied in biomedical application, activation and attachment of medicinal materials should be performed. Meanwhile, for slow release testing can be run on several conditions such as in Simulated Body Fluid (SBF), Phosphate Buffer Saline (PBS), Bovine Serum Albumin (BSA) and simulation using Grand Canonical Monte Carlo (GCMC). In vivo and in vitro testing can also be done to determine the impact on the body of living creatures and their activity on pathogen cells. Different organic linker and metal center combinations will result in pore size, flexibility, loading capacity, drug release profiles, toxicity, and different inhibiting ability. Herein, we will discuss a brief review of the structure and design of MOFs, bio-MOFs, nano-bio MOFs, synthesis, drug loading and release strategies for applications in biomedicine. Furthermore, there will be some examples of applications that have been done so far, e.g. some types of MOFs that have been encapsulated with some medicinal materials, such as 5-fluorouracil, ibuprofen, doxorubicin, and reviewed its release time and interaction with computational modeling.
format Article
id doaj-art-3ff46399e42b4e1e9d1b408f02b2e151
institution OA Journals
issn 1412-4092
2443-4183
language English
publishDate 2018-02-01
publisher Universitas Sebelas Maret
record_format Article
series Alchemy
spelling doaj-art-3ff46399e42b4e1e9d1b408f02b2e1512025-08-20T01:47:47ZengUniversitas Sebelas MaretAlchemy1412-40922443-41832018-02-01141163610.20961/alchemy.14.1.8218.16-3613776Kajian Metal–Organic Frameworks (MOFS) sebagai Material Baru Pengantar ObatQonita Awliya Hanif0Reva Edra Nugraha1Witri Wahyu Lestari2Program Studi Ilmu Kimia, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami 36 A, Kentingan-Jebres Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 57126, Tel, Fax: +62 271 663375Program Studi Kimia, Program Magister, Institut Teknologi Sepuluh November, Jl. Raya ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60111, (031) 5994251Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir Sutami No.36A, Kentingan-Jebres Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 57126. Fax: +62 271 663375; Tel: +62 271 663375, Hp: +6282227833424Metal–Organic Frameworks (MOFs) merupakan material berpori baru yang berpotensi sebagai pengantar dan pelepas lambat obat. Strukturnya yang fleksibel, ukuran pori kristalin yang teratur, dan sisi koordinasi yang beragam merupakan beberapa kelebihan dari MOFs yang mendukung dalam enkapsulasi berbagai obat. Metode yang dapat digunakan untuk sintesis MOFs diantaranya nanopresipitasi, solvothermal, reverse microemulsion, dan reaksi solvothermal dengan template surfaktan. Karakterisasi material hasil sintesis maupun profil setelah enkapsulasi (loading) dapat dilakukan menggunakan Scanning Electron Micrscope (SEM), Transmission Electron Microscope (TEM), Differential Scanning Calorymetry (DSC), Fourier Transform Infra Red Spectroscopy (FTIR), dan Powder X-Ray Diffraction (PXRD). Metode loading obat terdiri dari dua kategori, yakni penggabungan agen biomedis secara langsung dan loading secara post synthesis. Sebelum MOFs diaplikasikan, perlu dilakukan aktivasi dan penempelan material obat. Pengujian lepas lambat dapat dijalankan pada beberapa kondisi seperti dalam Simulated Body Fluid (SBF), Phosphate Buffer Saline (PBS), Bovine Serum Albumin (BSA) maupun simulasi menggunakan Grand Canonical Monte Carlo (GCMC). Pengujian secara in vivo dan in vitro juga dapat dilakukan untuk mengetahui dampaknya pada tubuh makhluk hidup dan aktivitasnya terhadap sel patogen. Kombinasi organik linker dan ion logam pusat yang berbeda akan menghasilkan ukuran pori, fleksibilitas, kapasitas loading, profil pelepasan obat, toksisitas, dan kemampuan menginhibisi yang berbeda pula. Pada review kali ini akan dibahas tentang kajian singkat terkait struktur dan desain MOFs, bio-MOFs, nano bio MOFs, strategi sintesis, dan strategi loading dan pelepasan obat untuk aplikasi dalam biomedis. Selanjutnya akan diberikan beberapa contoh aplikasi yang sudah dilakukan sejauh ini misalnya beberapa jenis MOFs yang sudah dienkapsulasi dengan beberapa material obat, seperti 5-fluoracil, ibuprofen, doxorubicin, dan dikaji waktu pelepasannya dan interaksinya dengan permodelan komputasi. Study of Metal–Organic Frameworks (MOFs) as a Novel Material for Drug Delivery. Metal–Organic Frameworks (MOFs) are a novel class of porous material that has wide potential applications including in drug delivery and slow release. Its flexible structure, regular crystalline pore size, and various coordination sites are some of the advantages of supporting MOFs properties in the encapsulation of various drugs. Various methods can be used for the MOFs synthesis include nanoprecipitation, solvothermal, reverse micro emulsion, and surfactant-templated solvothermal. Both characterization for synthesized materials and profile after encapsulation can be done using Scanning Electron Microscope (SEM), Transmission Electron Microscope (TEM), Differential Scanning Calorimetry (DSC), Fourier Transform Infra-Red Spectroscopy (FTIR), and Powder X-Ray Diffraction (PXRD). The drug loading method consists of two categories, namely the direct incorporation of biomedical agents and post-synthesis method. Before MOFs are applied in biomedical application, activation and attachment of medicinal materials should be performed. Meanwhile, for slow release testing can be run on several conditions such as in Simulated Body Fluid (SBF), Phosphate Buffer Saline (PBS), Bovine Serum Albumin (BSA) and simulation using Grand Canonical Monte Carlo (GCMC). In vivo and in vitro testing can also be done to determine the impact on the body of living creatures and their activity on pathogen cells. Different organic linker and metal center combinations will result in pore size, flexibility, loading capacity, drug release profiles, toxicity, and different inhibiting ability. Herein, we will discuss a brief review of the structure and design of MOFs, bio-MOFs, nano-bio MOFs, synthesis, drug loading and release strategies for applications in biomedicine. Furthermore, there will be some examples of applications that have been done so far, e.g. some types of MOFs that have been encapsulated with some medicinal materials, such as 5-fluorouracil, ibuprofen, doxorubicin, and reviewed its release time and interaction with computational modeling.https://jurnal.uns.ac.id/alchemy/article/view/8218biomedisenkapsulasimofsobatpelepas lambat
spellingShingle Qonita Awliya Hanif
Reva Edra Nugraha
Witri Wahyu Lestari
Kajian Metal–Organic Frameworks (MOFS) sebagai Material Baru Pengantar Obat
Alchemy
biomedis
enkapsulasi
mofs
obat
pelepas lambat
title Kajian Metal–Organic Frameworks (MOFS) sebagai Material Baru Pengantar Obat
title_full Kajian Metal–Organic Frameworks (MOFS) sebagai Material Baru Pengantar Obat
title_fullStr Kajian Metal–Organic Frameworks (MOFS) sebagai Material Baru Pengantar Obat
title_full_unstemmed Kajian Metal–Organic Frameworks (MOFS) sebagai Material Baru Pengantar Obat
title_short Kajian Metal–Organic Frameworks (MOFS) sebagai Material Baru Pengantar Obat
title_sort kajian metal organic frameworks mofs sebagai material baru pengantar obat
topic biomedis
enkapsulasi
mofs
obat
pelepas lambat
url https://jurnal.uns.ac.id/alchemy/article/view/8218
work_keys_str_mv AT qonitaawliyahanif kajianmetalorganicframeworksmofssebagaimaterialbarupengantarobat
AT revaedranugraha kajianmetalorganicframeworksmofssebagaimaterialbarupengantarobat
AT witriwahyulestari kajianmetalorganicframeworksmofssebagaimaterialbarupengantarobat