Optimasi Ruang Pejalan Kaki Di Jalan Pengayoman Kota Makassar

Abstrak   Penggunaan ruang pejalan kaki di Jalan Pengayoman sepanjang 2,1 km, termasuk kategori tidak memenuhi standar kelayakan penyediaan sarana dan prasarana, ditinjau dari beberapa aspek yang berhubungan/berkaitan erat secara signifikan dengan kenyamanan. Para Pengendara dan Pedagang Kaki Lim...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Rohana Rohana, Salmiah Zainuddin, Sri Wahyuni
Format: Article
Language:Indonesian
Published: universitas malikussaleh 2025-03-01
Series:Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil
Subjects:
Online Access:https://teras.unimal.ac.id/teras/article/view/1181
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849468860667789312
author Rohana Rohana
Salmiah Zainuddin
Sri Wahyuni
author_facet Rohana Rohana
Salmiah Zainuddin
Sri Wahyuni
author_sort Rohana Rohana
collection DOAJ
description Abstrak   Penggunaan ruang pejalan kaki di Jalan Pengayoman sepanjang 2,1 km, termasuk kategori tidak memenuhi standar kelayakan penyediaan sarana dan prasarana, ditinjau dari beberapa aspek yang berhubungan/berkaitan erat secara signifikan dengan kenyamanan. Para Pengendara dan Pedagang Kaki Lima (PKL), mengokupasi jalur pedestrian. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan general consept design mengenai optimasi ruang pejalan kaki sebagai pembentuk citra kota yang ramah lingkungan. Penggunaan metode penelitian yang memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara analisis deskriptif untuk mewujudkan optimasi sebagai output penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruang pejalan kaki di masing-masing elemen, memiliki beberapa data analisis yang sama dalam beberapa penilaian, namun yang paling signifikan yaitu mengenai kenyamanan non fisik sehingga ruang pedestrian yang saat ini digunakan tidak sesuai dalam standar kategori LOS (Level of Service). Arahan optimasi diprioritaskan penambahan elemen-elemen terkait kenyamanan. Konsep berkelanjutan merupakan salah satu perwujudan konsep kota yang berwawasan lingkungan sehingga penerapan perwujudan P2KH pada lokasi penelitian cukup berpotensi untuk di implementasikan. Kata kunci: optimasi, pedestrian, kenyamanan   Kata kunci: optimasi, pedestrian, kenyamanan     Abstract   The use of pedestrian space on Jalan Pengayoman along the 2.1 km, falls into the category of not meeting the appropriateness standards for the provision of facilities and infrastructure, viewed from several aspects that are significantly related/closely related to comfort. Driver and Street Vendors (PKL) occupied the pedestrian lane. The research aims to formulate a general concept design regarding the optimization of pedestrian space as forming the image of a Sustainable City. Use of research methods that combine qualitative and quantitative approaches with descriptive analysis to realize optimization as research output. The results of the analysis show that the pedestrian space in each element has some of the same analysis data in several assessments, but the most significant is regarding non-physical comfort so the pedestrian space currently in use does not comply with the LOS (Level Of Service) category standards. The optimization direction prioritizes adding elements related to comfort. The sustainable concept is one embodiment of the concept of an environmentally friendly city, so the implementation of the P2KH embodiment at the research location has the potential to be implemented.   Keywords: optimization, pedestrian, comfort
format Article
id doaj-art-3d44682cb3734001bc5240c7c532f902
institution Kabale University
issn 2088-0561
2502-1680
language Indonesian
publishDate 2025-03-01
publisher universitas malikussaleh
record_format Article
series Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil
spelling doaj-art-3d44682cb3734001bc5240c7c532f9022025-08-20T03:25:43Zinduniversitas malikussalehTeras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil2088-05612502-16802025-03-0115111110.29103/tj.v15i1.1181819Optimasi Ruang Pejalan Kaki Di Jalan Pengayoman Kota MakassarRohana Rohana0Salmiah Zainuddin1Sri Wahyuni2Universitas Muhammadiyah MakassarUniversitas Muhammadiyah MakassarUniversitas HasanuddinAbstrak   Penggunaan ruang pejalan kaki di Jalan Pengayoman sepanjang 2,1 km, termasuk kategori tidak memenuhi standar kelayakan penyediaan sarana dan prasarana, ditinjau dari beberapa aspek yang berhubungan/berkaitan erat secara signifikan dengan kenyamanan. Para Pengendara dan Pedagang Kaki Lima (PKL), mengokupasi jalur pedestrian. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan general consept design mengenai optimasi ruang pejalan kaki sebagai pembentuk citra kota yang ramah lingkungan. Penggunaan metode penelitian yang memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara analisis deskriptif untuk mewujudkan optimasi sebagai output penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruang pejalan kaki di masing-masing elemen, memiliki beberapa data analisis yang sama dalam beberapa penilaian, namun yang paling signifikan yaitu mengenai kenyamanan non fisik sehingga ruang pedestrian yang saat ini digunakan tidak sesuai dalam standar kategori LOS (Level of Service). Arahan optimasi diprioritaskan penambahan elemen-elemen terkait kenyamanan. Konsep berkelanjutan merupakan salah satu perwujudan konsep kota yang berwawasan lingkungan sehingga penerapan perwujudan P2KH pada lokasi penelitian cukup berpotensi untuk di implementasikan. Kata kunci: optimasi, pedestrian, kenyamanan   Kata kunci: optimasi, pedestrian, kenyamanan     Abstract   The use of pedestrian space on Jalan Pengayoman along the 2.1 km, falls into the category of not meeting the appropriateness standards for the provision of facilities and infrastructure, viewed from several aspects that are significantly related/closely related to comfort. Driver and Street Vendors (PKL) occupied the pedestrian lane. The research aims to formulate a general concept design regarding the optimization of pedestrian space as forming the image of a Sustainable City. Use of research methods that combine qualitative and quantitative approaches with descriptive analysis to realize optimization as research output. The results of the analysis show that the pedestrian space in each element has some of the same analysis data in several assessments, but the most significant is regarding non-physical comfort so the pedestrian space currently in use does not comply with the LOS (Level Of Service) category standards. The optimization direction prioritizes adding elements related to comfort. The sustainable concept is one embodiment of the concept of an environmentally friendly city, so the implementation of the P2KH embodiment at the research location has the potential to be implemented.   Keywords: optimization, pedestrian, comforthttps://teras.unimal.ac.id/teras/article/view/1181optimasipedestriankenyamanan
spellingShingle Rohana Rohana
Salmiah Zainuddin
Sri Wahyuni
Optimasi Ruang Pejalan Kaki Di Jalan Pengayoman Kota Makassar
Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil
optimasi
pedestrian
kenyamanan
title Optimasi Ruang Pejalan Kaki Di Jalan Pengayoman Kota Makassar
title_full Optimasi Ruang Pejalan Kaki Di Jalan Pengayoman Kota Makassar
title_fullStr Optimasi Ruang Pejalan Kaki Di Jalan Pengayoman Kota Makassar
title_full_unstemmed Optimasi Ruang Pejalan Kaki Di Jalan Pengayoman Kota Makassar
title_short Optimasi Ruang Pejalan Kaki Di Jalan Pengayoman Kota Makassar
title_sort optimasi ruang pejalan kaki di jalan pengayoman kota makassar
topic optimasi
pedestrian
kenyamanan
url https://teras.unimal.ac.id/teras/article/view/1181
work_keys_str_mv AT rohanarohana optimasiruangpejalankakidijalanpengayomankotamakassar
AT salmiahzainuddin optimasiruangpejalankakidijalanpengayomankotamakassar
AT sriwahyuni optimasiruangpejalankakidijalanpengayomankotamakassar