Tatalaksana Anestesi pada Ebstein’s Anomaly yang menjalani Cone Procedure

Latar Belakang: Ebstein’s anomaly adalah kelainan kongenital yang ditandai dengan malformasi dan perpindahan apikal dari daun katup trikuspid. Pasien datang dengan rentang umur yang luas dari neonatus hingga dewasa dengan berbagai presentasi klinis mulai dari asimtomatik hingga gagal jantung, sianos...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Mahendra Dwi Aditya Lopulalan, Budi Nugroho
Format: Article
Language:English
Published: Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro 2023-03-01
Series:JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)
Subjects:
Online Access:https://ejournal.undip.ac.id/index.php/janesti/article/view/50026
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850257394211225600
author Mahendra Dwi Aditya Lopulalan
Budi Nugroho
author_facet Mahendra Dwi Aditya Lopulalan
Budi Nugroho
author_sort Mahendra Dwi Aditya Lopulalan
collection DOAJ
description Latar Belakang: Ebstein’s anomaly adalah kelainan kongenital yang ditandai dengan malformasi dan perpindahan apikal dari daun katup trikuspid. Pasien datang dengan rentang umur yang luas dari neonatus hingga dewasa dengan berbagai presentasi klinis mulai dari asimtomatik hingga gagal jantung, sianosis, dan aritmia paroksismal. Anomali ini kompleks dan bervariasi yang dapat dikelola dengan berbagai teknik koreksi bedah. Kasus: Seorang wanita berusia 30 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan mudah lelah dan pingsan sejak kecil. Dari pemeriksaan ekokardiografi ditemukan trikuspid regurgitasi berat yang sesuai dengan Ebstein’s anomaly dan atrial septal defect (ASD). Pasien dinilai dengan status fisik ASA 4 dan dilakukan cone procedure. Diskusi: Konsekuensi hemodinamik dan implikasi anestesi pada koreksi Ebstein’s anomaly sangat menantang. Manajemen anestesi yang komprehensif diperlukan untuk, mengatasi masalah yang disebabkan oleh trikuspid regurgitasi, atrialisasi ventrikel kanan, atrial septal defek, gangguan jalur konduksi, dan pada sebagian pasien disfungsi ventrikel kiri akibat geometri yang abnormal. Kesimpulan: Ahli anestesiologi harus merencanakan strategi perioperatif yang tepat untuk mendapatkan hemodinamik yang optimal selama prosedur perbaikan Ebstein’s anomaly dan memfasilitasi pemulihan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas.
format Article
id doaj-art-3ceca0b4a51a4eaabb1dd5de69f18d34
institution OA Journals
issn 2337-5124
2089-970X
language English
publishDate 2023-03-01
publisher Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro
record_format Article
series JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)
spelling doaj-art-3ceca0b4a51a4eaabb1dd5de69f18d342025-08-20T01:56:25ZengFakultas Kedokteran, Universitas DiponegoroJAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)2337-51242089-970X2023-03-01151213710.14710/jai.v15i1.5002622344Tatalaksana Anestesi pada Ebstein’s Anomaly yang menjalani Cone ProcedureMahendra Dwi Aditya Lopulalan0Budi Nugroho1Staf Medik Anestesi Bedah Kardiovaskular, Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, IndonesiaStaf Medik Anestesi Bedah Kardiovaskular, Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, IndonesiaLatar Belakang: Ebstein’s anomaly adalah kelainan kongenital yang ditandai dengan malformasi dan perpindahan apikal dari daun katup trikuspid. Pasien datang dengan rentang umur yang luas dari neonatus hingga dewasa dengan berbagai presentasi klinis mulai dari asimtomatik hingga gagal jantung, sianosis, dan aritmia paroksismal. Anomali ini kompleks dan bervariasi yang dapat dikelola dengan berbagai teknik koreksi bedah. Kasus: Seorang wanita berusia 30 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan mudah lelah dan pingsan sejak kecil. Dari pemeriksaan ekokardiografi ditemukan trikuspid regurgitasi berat yang sesuai dengan Ebstein’s anomaly dan atrial septal defect (ASD). Pasien dinilai dengan status fisik ASA 4 dan dilakukan cone procedure. Diskusi: Konsekuensi hemodinamik dan implikasi anestesi pada koreksi Ebstein’s anomaly sangat menantang. Manajemen anestesi yang komprehensif diperlukan untuk, mengatasi masalah yang disebabkan oleh trikuspid regurgitasi, atrialisasi ventrikel kanan, atrial septal defek, gangguan jalur konduksi, dan pada sebagian pasien disfungsi ventrikel kiri akibat geometri yang abnormal. Kesimpulan: Ahli anestesiologi harus merencanakan strategi perioperatif yang tepat untuk mendapatkan hemodinamik yang optimal selama prosedur perbaikan Ebstein’s anomaly dan memfasilitasi pemulihan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas.https://ejournal.undip.ac.id/index.php/janesti/article/view/50026anestesi kardiovaskularbedah jantungcone procedureebstein’s anomalypenyakit jantung bawaan
spellingShingle Mahendra Dwi Aditya Lopulalan
Budi Nugroho
Tatalaksana Anestesi pada Ebstein’s Anomaly yang menjalani Cone Procedure
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)
anestesi kardiovaskular
bedah jantung
cone procedure
ebstein’s anomaly
penyakit jantung bawaan
title Tatalaksana Anestesi pada Ebstein’s Anomaly yang menjalani Cone Procedure
title_full Tatalaksana Anestesi pada Ebstein’s Anomaly yang menjalani Cone Procedure
title_fullStr Tatalaksana Anestesi pada Ebstein’s Anomaly yang menjalani Cone Procedure
title_full_unstemmed Tatalaksana Anestesi pada Ebstein’s Anomaly yang menjalani Cone Procedure
title_short Tatalaksana Anestesi pada Ebstein’s Anomaly yang menjalani Cone Procedure
title_sort tatalaksana anestesi pada ebstein s anomaly yang menjalani cone procedure
topic anestesi kardiovaskular
bedah jantung
cone procedure
ebstein’s anomaly
penyakit jantung bawaan
url https://ejournal.undip.ac.id/index.php/janesti/article/view/50026
work_keys_str_mv AT mahendradwiadityalopulalan tatalaksanaanestesipadaebsteinsanomalyyangmenjalaniconeprocedure
AT budinugroho tatalaksanaanestesipadaebsteinsanomalyyangmenjalaniconeprocedure