Interaksi Intelektual dan Kehendak dalam Pandangan John Calvin
Artikel ini mengeksplorasi interaksi antara intelektual dan kehendak dalam pendidikan menurut pemikiran John Calvin, serta relevansinya dengan pendidikan kritis Paulo Freire. Calvin menekankan pentingnya keseimbangan antara intelektual dan kehendak dalam pencarian kebenaran. Penekanan tersebut seja...
Saved in:
| Main Author: | |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Internasional
2025-06-01
|
| Series: | Verbum Christi |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://verbum.sttrii.ac.id/index.php/VC/article/view/263 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Artikel ini mengeksplorasi interaksi antara intelektual dan kehendak dalam pendidikan menurut pemikiran John Calvin, serta relevansinya dengan pendidikan kritis Paulo Freire. Calvin menekankan pentingnya keseimbangan antara intelektual dan kehendak dalam pencarian kebenaran. Penekanan tersebut sejalan dengan prinsip Freire yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan reflektif. Proses kontemplasi dalam pemikiran Calvin—yang memungkinkan individu merenungkan pengetahuan untuk memengaruhi kehendak—mencerminkan pendekatan reflektif yang diusung Freire dalam pendidikan kritis. Selain itu, keduanya menekankan kebebasan dalam pengambilan keputusan dan individu harus bertindak berdasarkan pengetahuan yang benar dan nilai-nilai moral. Pemikiran Calvin juga menyoroti pentingnya transformasi sosial, sejalan dengan visi Freire untuk menciptakan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki komitmen moral untuk memperbaiki masyarakat. Dengan menggunakan metode analisis dokumen, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Calvin dan Freire saling melengkapi dalam membentuk kerangka pendidikan yang kritis dan berorientasi pada perubahan sosial.
|
|---|---|
| ISSN: | 2355-6374 2745-6668 |