EDUKASI PELESTARIAN MANGROVE BAGI MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DI DESA BOSUA KABUPATEN MENTAWAI

Pelestarian hutan mangrove di Desa Bosua, Mentawai, sangat penting mengingat fungsinya yang vital dalam mitigasi bencana alam seperti banjir, erosi pantai, dan tsunami. Hutan mangrove berperan sebagai penahan gelombang dan pelindung garis pantai, serta sebagai habitat penting bagi berbagai spesies...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Yessy Markolinda, Sawirman Sawirman, Mery Ramadani, Fitri Yusya
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Andalas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) 2024-12-01
Series:Buletin Ilmiah Nagari Membangun
Subjects:
Online Access:https://buletinnagari.lppm.unand.ac.id/index.php/bln/article/view/649
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Pelestarian hutan mangrove di Desa Bosua, Mentawai, sangat penting mengingat fungsinya yang vital dalam mitigasi bencana alam seperti banjir, erosi pantai, dan tsunami. Hutan mangrove berperan sebagai penahan gelombang dan pelindung garis pantai, serta sebagai habitat penting bagi berbagai spesies laut yang mendukung ekonomi lokal melalui perikanan berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian mangrove menjadi krusial. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi dan memberdayakan masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian, yang melibatkan kegiatan gotong royong penanaman mangrove, pembentukan kelompok peduli lingkungan, serta kolaborasi dengan LSM, pemerintah, dan akademisi. Metode kegiatan yang digunakan berupa pemberian edukasi dengan metode ceramah, video edukasi, penyebaran flyer dan poster serta penanaman bibit mangrove di bibir pantai. Untuk pengukuran keberhasilan edukasi, digunakan pre test dan post test kepada peserta kegiatan untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pelestarian hutan mangrove. Hasil kegiatan ini meningkatnya pengetahuan masyarakat sebesar 6,13 yaitu dari 12,53 (sebelum edukasi) menjadi 18,66 (sesudah edukasi). Hasil Uji T diperoleh nilai p-value <0,001. Artinya, secara statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara pengetahuan masyarakat sebelum dengan sesudah dilakukan edukasi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah setelah diberikan edukasi rata-rata masyarakat memiliki peningkatan pengetahuan mengenai pelestarian hutan mangrove sebagai upaya mengurangi risiko bencana. Diharapkan agar masyarakat dan pemerintah setempat mampu melakukan pemeliharaan dan pelestarian hutan mangrove di wilayah Desa Bosua sebagai bentuk upaya dalam mitigasi bencana.
ISSN:2622-9978