Keterkaitan Desa - Kota Dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Bogor

Berdasarkan perhitungan indeks ketahan pangan oleh Badan Ketahanan Pangan Nasional, Kabupaten Bogor memiliki nilai terendah di Provinsi Jawa Barat. Dengan jumlah lahan pertaniannya yang sebanyak 31% namun hal ini dinilai masih belum mampu meningkatkan nilai ketahanan pangan di daerah tersebut.  Pene...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: lintang Rahmayana, Mustika Wijaya Rusadi, Khoirina Fajriani
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Diponegoro University 2025-06-01
Series:Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota
Subjects:
Online Access:https://ejournal.undip.ac.id/index.php/pwk/article/view/70516
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Berdasarkan perhitungan indeks ketahan pangan oleh Badan Ketahanan Pangan Nasional, Kabupaten Bogor memiliki nilai terendah di Provinsi Jawa Barat. Dengan jumlah lahan pertaniannya yang sebanyak 31% namun hal ini dinilai masih belum mampu meningkatkan nilai ketahanan pangan di daerah tersebut.  Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis interaksi keterkaitan desa-kota di Kabupaten Bogor sebagai strategi dalam meningkatkan Indeks Ketahanan Pangan (IKP). Metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Adapun beberapa analisis deskriptif yang dilakukan salah satunya menggunakan analisis spasial. Dengan penggunaan analisis ini diharapkan dapat lebih menggambarkan interaksi hubungan desa-kota di Kabupaten Bogor khususnya dalam bidang pertanian. Kemudian penelitian ini menggunakan uji statistik dalam melihat korelasi antar variabelnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan desa kota di Kabupaten Bogor berpotensi untuk dilakukan namun belum berjalan optimal. Keterbatasan konektivitas antarwilayah, ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan pangan, serta dominasi interaksi pada aspek fasilitas dibanding distribusi pangan menjadi kendala utama. Sebagian besar desa mengalami defisit produksi pangan, sementara kawasan perkotaan bergantung pada pasokan desa meskipun unggul dalam fasilitas pendukung. Interaksi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan IKP. Oleh karena itu, penguatan sektor pertanian dan perlindungan lahan produktif perlu menjadi prioritas. Penelitian ini merekomendasikan penguatan hubungan desa–kota melalui kebijakan yang adil dan berkelanjutan untuk menciptakan ketahanan pangan yang merata dan berbasis potensi lokal.
ISSN:1858-3903
2597-9272