Analisis Perbedaan Hasil Produksi ASI dan Status Gizi Ibu Menyusui sebelum dan setelah Konsumsi Food Bar Tepung Daun Katuk (Sauropus Androgynus) dan Daun Torbangun (Coleus Amboinicus) di Kelurahan Limo, Depok

Latar Belakang: Beberapa ibu memiliki persepsi bahwa produksi ASI (air susu ibu) mereka kurang lancar, sehingga hal ini menghambat pemberian ASI kepada bayi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2022, hanya 52,2% bayi di Indonesia menerima ASI eksklusif, di bawah target 80%. Penelitian te...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Dinda Karlina, Nanang Nasrullah, Dian Luthfiana Sufyan
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Airlangga 2025-06-01
Series:Amerta Nutrition
Subjects:
Online Access:https://e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/view/63071
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Latar Belakang: Beberapa ibu memiliki persepsi bahwa produksi ASI (air susu ibu) mereka kurang lancar, sehingga hal ini menghambat pemberian ASI kepada bayi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2022, hanya 52,2% bayi di Indonesia menerima ASI eksklusif, di bawah target 80%. Penelitian terdahulu menunjukkan pembuatan food bar dengan kombinasi dari tepung daun torbangun-katuk dapat memproduksi ASI lebih tinggi dibandingkan jika daun dikonsumsi secara terpisah. Selain produksi ASI, status gizi ibu juga perlu mendapatkan perhatian. Ibu dengan status gizi baik menghasilkan ASI dengan kuantitas dan kualitas lebih optimal. Tujuan: Mengevaluasi dan membandingkan efektivitas pemberian food bar berbahan dasar tepung daun katuk dan tepung daun torbangun dalam meningkatkan produksi air susu ibu (ASI) serta status gizi ibu menyusui di wilayah Kelurahan Limo, Depok.  Metode: Quasi Experimental pre dan post test without control. Penelitian dilakukan selama 4 hari. Analisis uji normalitas Shapiro-Wilk dilanjutkan dengan uji statistik yang sesuai (Paired T-Test jika normal atau Wilcoxon jika tidak normal). Sampel penelitian 15 orang dengan  pengambilan sampel menggunakan simple random sampling.  Hasil: Berdasarkan hasil uji Paired T-Test, hasil p-value <0,001 menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam produksi ASI sebelum dan setelah pemberian food bar tepung daun katuk dan daun torbangun. Sebaliknya, hasil penelitian terhadap status gizi menunjukkan p-value 0,317 > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan pada status gizi ibu sebelum dan setelah pemberian food bar. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian food bar tepung daun katuk dan daun torbangun efektif meningkatkan produksi ASI. Namun, pemberian food bar ini tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap status gizi ibu menyusui.
ISSN:2580-1163
2580-9776