FENOMENA KAWIN SANDHÉK PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI DESA SOKALELAH KECAMATAN KADUR KABUPATEN PAMEKASAN

Pelaksanaan kawin sandhék di Desa Sokalelah Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan sangat berbeda dengan pelaksanaan perkawinan pada umumnya karena pelaksanaannya dilakukan di tempat calon pengantin yang ditinggal kabur (laki-laki), hal ini disebabkan oleh tidak adanya persiapan sama sekali dari pihak...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Suhri yanto, Moh. Hefni
Format: Article
Language:Arabic
Published: Fakultas Syariah IAIN Madura 2015-01-01
Series:Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial
Online Access:https://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/alihkam/article/view/472
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Pelaksanaan kawin sandhék di Desa Sokalelah Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan sangat berbeda dengan pelaksanaan perkawinan pada umumnya karena pelaksanaannya dilakukan di tempat calon pengantin yang ditinggal kabur (laki-laki), hal ini disebabkan oleh tidak adanya persiapan sama sekali dari pihak keluarga calon pengantin esandhék itu (perempuan) karena pemberitahuannya hanya semalam sebelum keesokannya dilaksanakan akad nikahnya. dan dalam pelaksanaan kawin sandhék ini tidak dilakukan lamaran terlebih dahulu karena sangat mendadak. Tujuan dilaksanakannya kawin sandhék Untuk menutupi rasa malu atau aib dari keluarga calon pengantin yang ditinggal kabur oleh pasangannya tanpa ada alasan yang jelas, Untuk menghindari gagalnya perkawinan maka dari itu pihak keluarga mencarikan ganti perempuan di sekitar rumah atau di pondok pesantren; dan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah serta untuk mendapatkan keturunan yang shaleh dan shalehah.
ISSN:1907-591X
2442-3084