KEMAMPUAN SISWA MI DALAM MENCERITAKAN KEMBALI CERITA FABEL BERDASARKAN KEPERCAYAAN DIRI

Kepercayaan diri diperlukan siswa guna menunjang keberhasilan dalam berkomunikasi. Siswa dengan kepercayaan diri tinggi akan menumbuhkan keyakinan pada dirinya dan sebaliknya. Perasaan takut dan minder disebabkan kurangnya kepercayaan diri. Salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ib...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Hawazin Febri, Yuentie Sova Puspidalia
Format: Article
Language:English
Published: STAIN Ponorogo 2023-12-01
Series:Ibriez: Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
Subjects:
Online Access:https://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/442
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849313425629380608
author Hawazin Febri
Yuentie Sova Puspidalia
author_facet Hawazin Febri
Yuentie Sova Puspidalia
author_sort Hawazin Febri
collection DOAJ
description Kepercayaan diri diperlukan siswa guna menunjang keberhasilan dalam berkomunikasi. Siswa dengan kepercayaan diri tinggi akan menumbuhkan keyakinan pada dirinya dan sebaliknya. Perasaan takut dan minder disebabkan kurangnya kepercayaan diri. Salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah (MI) adalah menceritakan kembali secara lisan cerita fabel. Dalam pembelajaran tersebut ditemukan kurangnya kepercayaan diri pada siswa sehingga proses pembelajaran tidak optimal. Sebab itu, kepercayaan diri sangat diperlukan. Artikel ini berupaya mengungkap kemampuan menceritakan kembali cerita fabel siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Ponorogo pada mata pelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan kepercayaan diri tinggi, sedang, dan rendah. Untuk menelaah masalah ini digunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, angket, tes, dan dokumentasi guna memperoleh data yang cukup. Temuan data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa dengan kepercayaan tinggi berhasil menceritakan kembali cerita fabel, baik dari kebahasaan, isi, maupun nonkebahasaan. Siswa dengan kepercayaan diri sedang memiliki kecenderungan bersikap cemas sehingga kemampuan menceritakan kembali cerita fabel kurang tercapai seperti diharapkan. Siswa dengan kepercayaan diri rendah lebih bersikap cepat putus asa dalam menceritakan kembali cerita fabel sehingga faktor kebahasaan, isi, dan nonkebahasaan tidak tercapai.
format Article
id doaj-art-373cb3ea8a8143bcb0fc0e783758f09a
institution Kabale University
issn 2548-3447
2548-4176
language English
publishDate 2023-12-01
publisher STAIN Ponorogo
record_format Article
series Ibriez: Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
spelling doaj-art-373cb3ea8a8143bcb0fc0e783758f09a2025-08-20T03:52:47ZengSTAIN PonorogoIbriez: Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains2548-34472548-41762023-12-018218619610.21154/ibriez.v8i2.442437KEMAMPUAN SISWA MI DALAM MENCERITAKAN KEMBALI CERITA FABEL BERDASARKAN KEPERCAYAAN DIRIHawazin Febri0Yuentie Sova Puspidalia1Institut Agama Islam Negeri PonorogoInstitut Agama Islam Negeri PonorogoKepercayaan diri diperlukan siswa guna menunjang keberhasilan dalam berkomunikasi. Siswa dengan kepercayaan diri tinggi akan menumbuhkan keyakinan pada dirinya dan sebaliknya. Perasaan takut dan minder disebabkan kurangnya kepercayaan diri. Salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah (MI) adalah menceritakan kembali secara lisan cerita fabel. Dalam pembelajaran tersebut ditemukan kurangnya kepercayaan diri pada siswa sehingga proses pembelajaran tidak optimal. Sebab itu, kepercayaan diri sangat diperlukan. Artikel ini berupaya mengungkap kemampuan menceritakan kembali cerita fabel siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Ponorogo pada mata pelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan kepercayaan diri tinggi, sedang, dan rendah. Untuk menelaah masalah ini digunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, angket, tes, dan dokumentasi guna memperoleh data yang cukup. Temuan data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa dengan kepercayaan tinggi berhasil menceritakan kembali cerita fabel, baik dari kebahasaan, isi, maupun nonkebahasaan. Siswa dengan kepercayaan diri sedang memiliki kecenderungan bersikap cemas sehingga kemampuan menceritakan kembali cerita fabel kurang tercapai seperti diharapkan. Siswa dengan kepercayaan diri rendah lebih bersikap cepat putus asa dalam menceritakan kembali cerita fabel sehingga faktor kebahasaan, isi, dan nonkebahasaan tidak tercapai.https://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/442kepercayaan diri;menceritakan kembali cerita fabel
spellingShingle Hawazin Febri
Yuentie Sova Puspidalia
KEMAMPUAN SISWA MI DALAM MENCERITAKAN KEMBALI CERITA FABEL BERDASARKAN KEPERCAYAAN DIRI
Ibriez: Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
kepercayaan diri;
menceritakan kembali cerita fabel
title KEMAMPUAN SISWA MI DALAM MENCERITAKAN KEMBALI CERITA FABEL BERDASARKAN KEPERCAYAAN DIRI
title_full KEMAMPUAN SISWA MI DALAM MENCERITAKAN KEMBALI CERITA FABEL BERDASARKAN KEPERCAYAAN DIRI
title_fullStr KEMAMPUAN SISWA MI DALAM MENCERITAKAN KEMBALI CERITA FABEL BERDASARKAN KEPERCAYAAN DIRI
title_full_unstemmed KEMAMPUAN SISWA MI DALAM MENCERITAKAN KEMBALI CERITA FABEL BERDASARKAN KEPERCAYAAN DIRI
title_short KEMAMPUAN SISWA MI DALAM MENCERITAKAN KEMBALI CERITA FABEL BERDASARKAN KEPERCAYAAN DIRI
title_sort kemampuan siswa mi dalam menceritakan kembali cerita fabel berdasarkan kepercayaan diri
topic kepercayaan diri;
menceritakan kembali cerita fabel
url https://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/442
work_keys_str_mv AT hawazinfebri kemampuansiswamidalammenceritakankembaliceritafabelberdasarkankepercayaandiri
AT yuentiesovapuspidalia kemampuansiswamidalammenceritakankembaliceritafabelberdasarkankepercayaandiri