Uji Sinkronisasi (Nicking Period) Waktu Penyerbukan Bunga Jantan dan Betina pada Galur Jagung Manis MS UNSIKA terhadap Hasil dan Komponen Hasil

Jagung manis merupakan tanaman pangan yang memiliki peran strategis dan bernilai ekonomis. Produksi jagung yang masih kurang disebabkan belum adanya varietas jagung yang memiliki daya hasil tinggi dan tahan terhadap hama dan penyakit. Upaya yang dilakukan dengan pemulian tanaman jagung untuk mendap...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Muhamad Farhan, Muhammad Syafi’i, Kasdi Pirngadi
Format: Article
Language:English
Published: Politeknik Negeri Jember 2025-03-01
Series:Agriprima: Journal of Applied Agricultural Sciences
Subjects:
Online Access:https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/695
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Jagung manis merupakan tanaman pangan yang memiliki peran strategis dan bernilai ekonomis. Produksi jagung yang masih kurang disebabkan belum adanya varietas jagung yang memiliki daya hasil tinggi dan tahan terhadap hama dan penyakit. Upaya yang dilakukan dengan pemulian tanaman jagung untuk mendapatkan varietas unggul, dengan cara penyerbukan yang tepat waktu antara serbuk sari dan rambut tongkol. Penggunaan galur tanaman jagung manis MS-UNSIKA generasi 8 untuk menguji daya hasil yang bertujuan untuk mendapatkan galur jagung manis MS-UNSIKA generasi 8 yang memiliki daya hasil paling tinggi. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Desa Kalihurip, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang pada bulan maret sampai bulan juni 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak kelompok (RAK) faktor tunggal dengan enam perlakuan dan empat ulangan, sehingga didapatkan 24 unit percobaan, terdiri dari: MS (MS UNSIKA), SR1 (SR Latanza), SR3 (SR Sweet Boy), M6 (SR Latanza iradiasi sinar Gamma dosis 200 gy), M9 (SR Bonanza iradiasi sinar Gamma dosis 200 gy), M10 (SR Jambore iradiasi sinar Gamma dosis 200 gy). Hasil percobaan di uji menggunakan uji F, terdapat data yang signifikan dianalisis dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DRMT) pada taraf 5% untuk mengetahui perlakuan mana yang paling baik. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh nyata terhadap jumlah daun 42 HST, umur berbunga jantan dan betina, ASI (Anthesis Silking Interval), tinggi letak tongkol. Pada perlakuan M9 (SR Bonanza) memberikan hasil rata-rata umur berbunga jantan tercepat sebesar 50,29 HST dan hasil rata-rata umur berbunga betina tercepat sebesar 46,87 HST.
ISSN:2549-2934
2549-2942