Analisis Kinerja Komposit Hibrid Aerated Autoclaved Concrete Panel – Lapisan Beton Bertulang Terhadap Lentur
Abstrak Panel lantai precast Aerated Autoclaved Concrete (AAC) didesain untuk beban maksimum 400kg/m2. Pemasangan panel AAC umumnya diberi lapisan tambahan pada permukaan atas sebagai proteksi. Lapisan beton bertulang di atas panel AAC biasa dihitung sebagai beban mati tambahan. Namun, secara teo...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Institut Teknologi Bandung
2024-08-01
|
| Series: | Jurnal Teknik Sipil |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://journals.itb.ac.id/index.php/jts/article/view/24048 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Abstrak
Panel lantai precast Aerated Autoclaved Concrete (AAC) didesain untuk beban maksimum 400kg/m2. Pemasangan panel AAC umumnya diberi lapisan tambahan pada permukaan atas sebagai proteksi. Lapisan beton bertulang di atas panel AAC biasa dihitung sebagai beban mati tambahan. Namun, secara teoritis penambahan lapisan tersebut dapat meningkatkan kekuatan dan kekakuan panel, dengan syarat kedua lapisan tersebut bekerja secara komposit monolit; sehingga, lapisan tersebut juga berfungsi sebagai komponen struktural. Namun hal tersebut perlu dibuktikan dengan penelitian untuk mengetahui hal tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental skala 1:1 menggunakan panel AAC berukuran 1970x600x125mm. Pada penelitian ini ketebalan lapisan beton dan metode pemasangan shear connector menjadi variabel penelitian. Variasi tebal lapisan beton 30,40,dan 50mm dengan mutu f’c 24,5MPa. Lapisan beton diberi tulangan wiremesh D 6mm berjarak 200mm. shear connector tulangan ulir D 6mm ditempatkan setiap jarak 200mm dengan variasi metode pemasangan terhadap wiremesh pada lapisan beton : dengan dan tanpa las. Panel komposit hibrid diuji terhadap beban lentur secara monotonik, third-point loading method. Hasil uji lentur menunjukan bahwa penambahan lapisan beton bertulang pada panel ACC, dapat meningkatkan beban retak pertama dan beban ultimit hingga sebesar 28-89%, dan 33-109% secara berurutan, juga kekakuan sebesar 174.70% hingga 363.31%.
|
|---|---|
| ISSN: | 0853-2982 2549-2659 |