POS KELUARGA SIAGA UNTUK RISK MAPPING DAN MICRO COUNSELING KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI DAERAH PEDESAAN KABUPATEN KENDAL

Target penurunan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102/100.000 kelahiran hidup belum tercapai belum tercapai sampai berakhirnya MDGs tahun 2015. Dalam dua tahun terakhir, kasus kematian ibu di kabupaten Kendal meningkat. Pada tahun 2015 terjadi 23 kasus, naik dari tahun sebelumnya yaitu 19 kasus. Wil...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Muhammad Azinar, Anik Setyo Wahyuningsih
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Negeri Semarang 2019-01-01
Series:Rekayasa
Subjects:
Online Access:https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/rekayasa/article/view/17559
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850157542707036160
author Muhammad Azinar
Anik Setyo Wahyuningsih
author_facet Muhammad Azinar
Anik Setyo Wahyuningsih
author_sort Muhammad Azinar
collection DOAJ
description Target penurunan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102/100.000 kelahiran hidup belum tercapai belum tercapai sampai berakhirnya MDGs tahun 2015. Dalam dua tahun terakhir, kasus kematian ibu di kabupaten Kendal meningkat. Pada tahun 2015 terjadi 23 kasus, naik dari tahun sebelumnya yaitu 19 kasus. Wilayah Singorojo merupakan wilayah yang belum bisa menekan kasus kematian ibu secara signifikan. Dua tahun terakhir terjadi 2 kasus kematian ibu. Penyebab utamanya adalah perdarahan, hipertensi dan anemia. Faktor yang memperberat terjadinya kematian ibu. Kondisi geografis, sosiokultural, letak serta wilayah yang masih pedesaan dan jauh dari pusat layanan kesehatan rujukan turut berpengaruh terhadap kejadian kematian ibu. Pemetaan awal oleh Tim Pengabdi diketahui bahwa faktor risiko gangguan kehamilan dan komplikasi persalinan banyak terjadi di desa Singorojo kecamatan Singorojo kabupaten Kendal. Deteksi dini terhadap faktor risiko gangguan kehamilan menjadi informasi yang wajib diketahui oleh setiap ibu hamil dan masyarakat sejak sedini mungkin untuk menurunkan jumlah kasus kematian ibu khususnya di wilayah pedesaan.Pemerintah telah melakukan upaya menurunkan kematian ibu melalui peran Bidan Desa. Namun, keterbatasan jumlah Bidan dan cakupan wilayah yang cukup luas menjadi kendala dalam memberikan informasi secara komprehensif kepada ibu hamil. Pos Keluarga Siaga menjadi alternatif solusi permasalahan tersebut. Melalui peningkatan peran serta masyarakat khususnya Kader Posyandu, Pos Keluarga Siaga ini dapat menjadi wadah edukasi, pemetaan kehamilan berisiko (risk mapping) sekaligus menjadi media untuk melakukan konseling (micro counseling) terhadap ibu hamil berisiko. Melalui kegiatan Pos Keluarga Siaga di wilayah pedesaan ini, Kader telah mampu melakukan kegiatan pemetaan kehamilan berisiko, terampil menggunakan instrumen surveilans factor risiko kehamilan, serta memahami seluruh isian yang ada dalam instrumen tersebut. Kader juga telah mampu melakukan interpretasi hasil pemetaan menurut skor risiko kehamilan. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Kader di masing-masing wilayah di desa Singorojo, diketahui hasil bahwa dari 69 ibu hamil yang telah diidentifikasi melalui kegiatan surveilans kehamilan berisiko diketahui 31,88% (22 orang) di antaranya masuk dalam kategori kehamilan risiko tinggi (KRT), dan terdapat 6 ibu hamil (8,69%) dalam kategori risiko sangat tinggi.
format Article
id doaj-art-35d5fecc070241f792b408be0fdf143f
institution OA Journals
issn 0216-6631
2527-6964
language English
publishDate 2019-01-01
publisher Universitas Negeri Semarang
record_format Article
series Rekayasa
spelling doaj-art-35d5fecc070241f792b408be0fdf143f2025-08-20T02:24:08ZengUniversitas Negeri SemarangRekayasa0216-66312527-69642019-01-011622452588363POS KELUARGA SIAGA UNTUK RISK MAPPING DAN MICRO COUNSELING KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI DAERAH PEDESAAN KABUPATEN KENDALMuhammad AzinarAnik Setyo WahyuningsihTarget penurunan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102/100.000 kelahiran hidup belum tercapai belum tercapai sampai berakhirnya MDGs tahun 2015. Dalam dua tahun terakhir, kasus kematian ibu di kabupaten Kendal meningkat. Pada tahun 2015 terjadi 23 kasus, naik dari tahun sebelumnya yaitu 19 kasus. Wilayah Singorojo merupakan wilayah yang belum bisa menekan kasus kematian ibu secara signifikan. Dua tahun terakhir terjadi 2 kasus kematian ibu. Penyebab utamanya adalah perdarahan, hipertensi dan anemia. Faktor yang memperberat terjadinya kematian ibu. Kondisi geografis, sosiokultural, letak serta wilayah yang masih pedesaan dan jauh dari pusat layanan kesehatan rujukan turut berpengaruh terhadap kejadian kematian ibu. Pemetaan awal oleh Tim Pengabdi diketahui bahwa faktor risiko gangguan kehamilan dan komplikasi persalinan banyak terjadi di desa Singorojo kecamatan Singorojo kabupaten Kendal. Deteksi dini terhadap faktor risiko gangguan kehamilan menjadi informasi yang wajib diketahui oleh setiap ibu hamil dan masyarakat sejak sedini mungkin untuk menurunkan jumlah kasus kematian ibu khususnya di wilayah pedesaan.Pemerintah telah melakukan upaya menurunkan kematian ibu melalui peran Bidan Desa. Namun, keterbatasan jumlah Bidan dan cakupan wilayah yang cukup luas menjadi kendala dalam memberikan informasi secara komprehensif kepada ibu hamil. Pos Keluarga Siaga menjadi alternatif solusi permasalahan tersebut. Melalui peningkatan peran serta masyarakat khususnya Kader Posyandu, Pos Keluarga Siaga ini dapat menjadi wadah edukasi, pemetaan kehamilan berisiko (risk mapping) sekaligus menjadi media untuk melakukan konseling (micro counseling) terhadap ibu hamil berisiko. Melalui kegiatan Pos Keluarga Siaga di wilayah pedesaan ini, Kader telah mampu melakukan kegiatan pemetaan kehamilan berisiko, terampil menggunakan instrumen surveilans factor risiko kehamilan, serta memahami seluruh isian yang ada dalam instrumen tersebut. Kader juga telah mampu melakukan interpretasi hasil pemetaan menurut skor risiko kehamilan. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Kader di masing-masing wilayah di desa Singorojo, diketahui hasil bahwa dari 69 ibu hamil yang telah diidentifikasi melalui kegiatan surveilans kehamilan berisiko diketahui 31,88% (22 orang) di antaranya masuk dalam kategori kehamilan risiko tinggi (KRT), dan terdapat 6 ibu hamil (8,69%) dalam kategori risiko sangat tinggi.https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/rekayasa/article/view/17559risk mappingmicro counselingkehamilan berisiko
spellingShingle Muhammad Azinar
Anik Setyo Wahyuningsih
POS KELUARGA SIAGA UNTUK RISK MAPPING DAN MICRO COUNSELING KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI DAERAH PEDESAAN KABUPATEN KENDAL
Rekayasa
risk mapping
micro counseling
kehamilan berisiko
title POS KELUARGA SIAGA UNTUK RISK MAPPING DAN MICRO COUNSELING KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI DAERAH PEDESAAN KABUPATEN KENDAL
title_full POS KELUARGA SIAGA UNTUK RISK MAPPING DAN MICRO COUNSELING KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI DAERAH PEDESAAN KABUPATEN KENDAL
title_fullStr POS KELUARGA SIAGA UNTUK RISK MAPPING DAN MICRO COUNSELING KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI DAERAH PEDESAAN KABUPATEN KENDAL
title_full_unstemmed POS KELUARGA SIAGA UNTUK RISK MAPPING DAN MICRO COUNSELING KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI DAERAH PEDESAAN KABUPATEN KENDAL
title_short POS KELUARGA SIAGA UNTUK RISK MAPPING DAN MICRO COUNSELING KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI DAERAH PEDESAAN KABUPATEN KENDAL
title_sort pos keluarga siaga untuk risk mapping dan micro counseling kehamilan risiko tinggi di daerah pedesaan kabupaten kendal
topic risk mapping
micro counseling
kehamilan berisiko
url https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/rekayasa/article/view/17559
work_keys_str_mv AT muhammadazinar poskeluargasiagauntukriskmappingdanmicrocounselingkehamilanrisikotinggididaerahpedesaankabupatenkendal
AT aniksetyowahyuningsih poskeluargasiagauntukriskmappingdanmicrocounselingkehamilanrisikotinggididaerahpedesaankabupatenkendal