Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif untuk Guru SD Negeri 10 Lambung Bukit Melalui Penulisan Cerita Anak

Guru sebagai seorang pendidik memerlukan dorongan berupa kemampuan berpikir kreatif. Hal ini disebabkan oleh rutinitas guru yang dapat menyebabkan kemampuan berpikir kreatif menjadi turun, seperti pemenuhan angka kumulatif atau pemenuhan jam mengajar. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif p...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Ria Febrina, Aslinda Aslinda, Efri Yades, M Yusuf, Ronidin Ronidin, Elly Delfia, Armini Arbain
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas 2019-12-01
Series:Warta Pengabdian Andalas
Online Access:https://wartaandalas.lppm.unand.ac.id/index.php/jwa/article/view/357
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Guru sebagai seorang pendidik memerlukan dorongan berupa kemampuan berpikir kreatif. Hal ini disebabkan oleh rutinitas guru yang dapat menyebabkan kemampuan berpikir kreatif menjadi turun, seperti pemenuhan angka kumulatif atau pemenuhan jam mengajar. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif para guru, dilaksanakan kegiatan pengabdian, khususnya kepada guru SD Negeri 10 Lambung Bukit berupa “Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif untuk Guru SD Negeri 10 Lambung Bukit melalui Penulisan Cerita Anak”. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan berupa penyampaian teori mengenai menulis kreatif dan praktik menulis kreatif dengan menghasilkan cerita kreatif berupa cerita anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah metode ceramah, metode diskusi, dan metode praktik menulis cerita anak. Untuk mengetahui kemampuan guru SD Negeri 10 Lambung Bukit dalam berpikir kreatif dan kemampuan dalam menulis cerita anak, pada setiap akhir pelatihan, dilakukan evaluasi dengan cara mengkritisi bahasa dan gagasan yang dituangkan guru pada karya yang dihasilkan. Berdasarkan pelatihan yang dilakukan, cerita anak yang dihasilkan oleh guru SD Negeri 10 Lambung Bukit masih memuat kesalahan ejaan bahasa Indonesia, seperti penulisan huruf, penulisan tanda baca, dan penulisan unsur serapan. Namun, guru SD Negeri 10 Lambung Bukit mengalami peningkatan dalam berpikir kreatif, khususnya dalam pemilihan gagasan cerita anak, pemilihan diksi, dan penyusunan kalimat efektif yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
ISSN:0854-655X
2797-1600