Harmoni Mangrove : Wanamina sebagai Inovasi Kesimbangan Ekosistem di Kota Sorong

Luasan kawasan mangrove di Distrik Sorong Barat, Sorong Kepulauan, hingga Sorong Timur, kota Sorong terus menerus mengalami penurunan karena konversi lahan oleh pemerintah maupun swasta dalam pembangunan, perumahan, industri, dan aktivitas lainnya. Kawasan Hutan mangrove Kelurahan Klamana dan Klawal...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Ahmad Fahrizal, Ratna Ratna, Melkias M Wawiyai, Nela B Ayomi, Paskalis B Sambi
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Diponegoro University 2024-11-01
Series:Jurnal Ilmu Lingkungan
Subjects:
Online Access:https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60936
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Luasan kawasan mangrove di Distrik Sorong Barat, Sorong Kepulauan, hingga Sorong Timur, kota Sorong terus menerus mengalami penurunan karena konversi lahan oleh pemerintah maupun swasta dalam pembangunan, perumahan, industri, dan aktivitas lainnya. Kawasan Hutan mangrove Kelurahan Klamana dan Klawalu, Distrik Sorong Timur. Termasuk yang mengalami perubahan tersebut karena aktivitas Masyarakat Asli Papua (Orang Asli Papua / OAP) seperti masyarakat Kokoda di Kawasan kanal Victory yang memanfaatkan secara langsung, konversi lahan menjadi pemukiman oleh Pengembang, menyebabkan fungsi mangrove sebagai penyerap karbon, penjaga kelembaban dan penjaga curah hujan menjadi berkurang. Wanamina sebagai model pengelolaan diharapkan dapat menyeimbangkan keduanya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian untuk pengembangan Wanamina di Kawasan mangrove Distrik Sorong Timur, kota Sorong. Metode yang digunakan adalah metode pembobotan dengan matriks kesesuaian kawasan dengan terlebih dahulu dilakukan uji kualitas air dan tanah baik secara insitu maupun melalui uji laboratorium. Pembobotan sesuai matriks kesesuaian Kawasan, dilanjutkan dengan Analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil yang diperoleh kemudian diolah menjadi peta tematik, kemudian beberapa peta tematik yang dihasilkan di tumpeng susun menjadi peta kesesuaian Kawasan wanamina. Hasil analysis kesesuaian Kawasan wanamina di Distrik Sorong Timur menunjukkan kelas “Sesuai – S2” dengan kisaran nilai 35,5 – 43.
ISSN:1829-8907