PENGARUH PEMBERIAN MINYAK JELANTAH TERHADAP PROFIL FARMAKOKINETIK PARASETAMOL PADA TIKUS WISTAR

Latar Belakang : Penggunaan minyak goreng yang telah dipanaskan berulangkali banyak dilakukan di masyarakat untuk menekan pengeluaran biaya dalam memasak. Minyak goreng yang dipanaskan dan digunakan berulang akan membentuk suatu radikal bebas yang dapat menjenuhkan antioksidan endogen, yaitu gluthat...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Faizurrahman Andi Kusuma, Endang Sri Sunarsih, Eva Annisaa
Format: Article
Language:English
Published: Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro 2016-11-01
Series:Jurnal Kedokteran Diponegoro
Subjects:
Online Access:https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/14425
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Latar Belakang : Penggunaan minyak goreng yang telah dipanaskan berulangkali banyak dilakukan di masyarakat untuk menekan pengeluaran biaya dalam memasak. Minyak goreng yang dipanaskan dan digunakan berulang akan membentuk suatu radikal bebas yang dapat menjenuhkan antioksidan endogen, yaitu gluthation. Parasetamol mempunyai efek analgesik dan antipiretik yang banyak digunakan masyarakat. Dalam metabolisme parasetamol, gluthation mempunyai peran yang penting. Tujuan : Mengetahui pengaruh minyak jelantah terhadap profil farmakokinetik parasetamol dalam darah tikus wistar Metode : True experimental dengan post test only control group design. Setelah diadaptasi dengan diet standar selama 7 hari, 14 ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok K sebagai kelompok kontrol, dan kelompok P sebagai kelompok perlakuan. Kelompok K diberi diet standar dan kelompok P diberi diet minyak jelantah ad libitum selama 56 hari. Pada hari ke-57 semua tikus diberi parasetamol oral 12,5 mg/200gramBB. Pengambilan cuplikan darah dilakukan dari vena retroorbita pada menit ke-3, 5, 10, 20, 30, 40, 60, 90, 120, 180, 240, 300, dan 360. Kadar parasetamol dalam plasma diukur dengan spektrofotometer UV pada panjang gelombang 242 nm. Hasil : Uji statistik dengan uji t tidak berpasangan menunjukkan perbedaan bermakna pada parameter Cl, Kel, t1/2e, Cmaks, AUC (p<0,05) dan menunjukkan perbedaan tidak bermakna pada parameter Ka,Vd, tmaks (p>0,05). Simpulan : Minyak jelantah dapat mempengaruhi profil farmakokinetik parasetamol dengan meningkatkan parameter t1/2e, Cmaks, AUC dan menurunkan parameter Cl, dan Kel.
ISSN:2540-8844