Islam Dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Islam mengajarkan umatnya untuk mengejar kesejahteraan di dunia dan akhirat. Kesejahtraan akhirat saya kira kita sudah jelas. Sedangkan kesejahteraan dunia adalah tidak bisa lepas dari terwujudnya kualitas hidup yang meliputi kesejahtraan harta. Dalam memperoleh harta harus dengan cara yang baik tid...
Saved in:
| Main Author: | |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
LPPM Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis
2013-12-01
|
| Series: | Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://ejournal.stiesyariahbengkalis.ac.id/index.php/iqtishaduna/article/view/34 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1849322672325918720 |
|---|---|
| author | Zakaria Batubara |
| author_facet | Zakaria Batubara |
| author_sort | Zakaria Batubara |
| collection | DOAJ |
| description | Islam mengajarkan umatnya untuk mengejar kesejahteraan di dunia dan akhirat. Kesejahtraan akhirat saya kira kita sudah jelas. Sedangkan kesejahteraan dunia adalah tidak bisa lepas dari terwujudnya kualitas hidup yang meliputi kesejahtraan harta. Dalam memperoleh harta harus dengan cara yang baik tidak boleh merugikan orang lain dan tidak boleh membuat kerusakan (harus menjaga lingkungan). Adapun perbedaan antara sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lainnya adalah dalam hal konsep distribusi kekayaan di tengah masyarakat. Menurut sistem ekonomi sosialis, distribusi kekayaan di tengah masyarakat dilakukan oleh negara secara mutlak. Negara akan membagikan harta kekayaan kepada individu rakyat dengan sama rata, tanpa memperhatikan lagi kedudukan dan status sosial mereka. Akibatnya adalah meskipun seluruh anggota masyarakat memperoleh harta yang sama, namun penghargaan yang adil terhadap jerih payah setiap orang menjadi tidak ada. Sebab berapapun usaha dan produktivitas yang mereka hasilkan, tetap saja mereka memperoleh pembagian harta (distribusi) yang sama dengan orang lain, meskipun orang tersebut memberikan jerih payah yang kecil atau bahkan sama sekali tidak bekerja. Karena itulah sistem ekonomi sosialis menolak mekanisme pasar (harga) dalam distribusi kekayaan. |
| format | Article |
| id | doaj-art-2de40fe2452f46fb914b492ee98155af |
| institution | Kabale University |
| issn | 2303-3568 2684-8228 |
| language | English |
| publishDate | 2013-12-01 |
| publisher | LPPM Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis |
| record_format | Article |
| series | Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita |
| spelling | doaj-art-2de40fe2452f46fb914b492ee98155af2025-08-20T03:49:17ZengLPPM Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) BengkalisIqtishaduna: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita2303-35682684-82282013-12-012252454834Islam Dan Pemberdayaan Ekonomi UmatZakaria Batubara0STIE Syariah BengkalisIslam mengajarkan umatnya untuk mengejar kesejahteraan di dunia dan akhirat. Kesejahtraan akhirat saya kira kita sudah jelas. Sedangkan kesejahteraan dunia adalah tidak bisa lepas dari terwujudnya kualitas hidup yang meliputi kesejahtraan harta. Dalam memperoleh harta harus dengan cara yang baik tidak boleh merugikan orang lain dan tidak boleh membuat kerusakan (harus menjaga lingkungan). Adapun perbedaan antara sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lainnya adalah dalam hal konsep distribusi kekayaan di tengah masyarakat. Menurut sistem ekonomi sosialis, distribusi kekayaan di tengah masyarakat dilakukan oleh negara secara mutlak. Negara akan membagikan harta kekayaan kepada individu rakyat dengan sama rata, tanpa memperhatikan lagi kedudukan dan status sosial mereka. Akibatnya adalah meskipun seluruh anggota masyarakat memperoleh harta yang sama, namun penghargaan yang adil terhadap jerih payah setiap orang menjadi tidak ada. Sebab berapapun usaha dan produktivitas yang mereka hasilkan, tetap saja mereka memperoleh pembagian harta (distribusi) yang sama dengan orang lain, meskipun orang tersebut memberikan jerih payah yang kecil atau bahkan sama sekali tidak bekerja. Karena itulah sistem ekonomi sosialis menolak mekanisme pasar (harga) dalam distribusi kekayaan.https://ejournal.stiesyariahbengkalis.ac.id/index.php/iqtishaduna/article/view/34islampemberdayaanekonomi dan umat |
| spellingShingle | Zakaria Batubara Islam Dan Pemberdayaan Ekonomi Umat Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita islam pemberdayaan ekonomi dan umat |
| title | Islam Dan Pemberdayaan Ekonomi Umat |
| title_full | Islam Dan Pemberdayaan Ekonomi Umat |
| title_fullStr | Islam Dan Pemberdayaan Ekonomi Umat |
| title_full_unstemmed | Islam Dan Pemberdayaan Ekonomi Umat |
| title_short | Islam Dan Pemberdayaan Ekonomi Umat |
| title_sort | islam dan pemberdayaan ekonomi umat |
| topic | islam pemberdayaan ekonomi dan umat |
| url | https://ejournal.stiesyariahbengkalis.ac.id/index.php/iqtishaduna/article/view/34 |
| work_keys_str_mv | AT zakariabatubara islamdanpemberdayaanekonomiumat |