Integrasi Kebijakan Daerah dan Tata Kelola Kolaboratif dalam Percepatan Penurunan Stunting

Studi ini menganalisis keberhasilan penerapan tata kelola kolaboratif dalam penanganan stunting di Kota Bekas, yang mana angka stuntingnya telah menurun signifikan dari 18,18% (2018) menjadi 2,33% (2023), jauh melampaui target nasional sebesar 14% untuk tahun 2024. Dengan menggunakan pendekatan stu...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Episcia Puspita Lautt, Amy Yayuk Sri Rahayu
Format: Article
Language:English
Published: Bina Praja Press 2024-12-01
Series:Jurnal Bina Praja
Subjects:
Online Access:https://jurnal.kemendagri.go.id/index.php/jbp/article/view/2398
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849700098265579520
author Episcia Puspita Lautt
Amy Yayuk Sri Rahayu
author_facet Episcia Puspita Lautt
Amy Yayuk Sri Rahayu
author_sort Episcia Puspita Lautt
collection DOAJ
description Studi ini menganalisis keberhasilan penerapan tata kelola kolaboratif dalam penanganan stunting di Kota Bekas, yang mana angka stuntingnya telah menurun signifikan dari 18,18% (2018) menjadi 2,33% (2023), jauh melampaui target nasional sebesar 14% untuk tahun 2024. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, studi ini mengkaji bagaimana kolaborasi multipihak berkontribusi terhadap keberhasilan ini. Berdasarkan model Dodeca-Helix yang melibatkan 12 dimensi pemangku kepentingan, studi ini mengungkapkan bahwa tata kelola kolaboratif yang efektif dicapai melalui kepemimpinan fasilitatif yang kuat, desain kelembagaan yang inklusif, dan komitmen pemangku kepentingan yang tinggi. Kerangka kerja kolaboratif mengintegrasikan pemerintah di semua tingkatan, entitas sektor swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat dalam pendekatan terstruktur untuk pengurangan stunting. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama, observasi lapangan, dan analisis dokumen menunjukkan bahwa mengintegrasikan kebijakan lokal dengan kerangka kerja nasional, dilengkapi dengan partisipasi masyarakat dari bawah ke atas, menciptakan sistem yang berkelanjutan untuk intervensi stunting. Pengalaman Kota Bekas menawarkan wawasan berharga bagi daerah lain yang tengah mengembangkan program penanggulangan stunting, dengan menekankan pentingnya integrasi kebijakan multilevel, koordinasi lintas sektor, dan keterlibatan aktif masyarakat. Studi ini memberikan kontribusi pada pemahaman teoritis tentang tata kelola kolaboratif dalam intervensi kesehatan masyarakat dan aplikasi praktis untuk melaksanakan program penanggulangan stunting yang berhasil di tingkat pemerintah daerah.
format Article
id doaj-art-2ccfe77bbeb34d6986a8cff6d6791ef1
institution DOAJ
issn 2085-4323
2503-3360
language English
publishDate 2024-12-01
publisher Bina Praja Press
record_format Article
series Jurnal Bina Praja
spelling doaj-art-2ccfe77bbeb34d6986a8cff6d6791ef12025-08-20T03:18:23ZengBina Praja PressJurnal Bina Praja2085-43232503-33602024-12-0116310.21787/jbp.16.2024.589-597Integrasi Kebijakan Daerah dan Tata Kelola Kolaboratif dalam Percepatan Penurunan StuntingEpiscia Puspita Lautt0Amy Yayuk Sri Rahayu1Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia, Depok, IndonesiaFakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia Studi ini menganalisis keberhasilan penerapan tata kelola kolaboratif dalam penanganan stunting di Kota Bekas, yang mana angka stuntingnya telah menurun signifikan dari 18,18% (2018) menjadi 2,33% (2023), jauh melampaui target nasional sebesar 14% untuk tahun 2024. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, studi ini mengkaji bagaimana kolaborasi multipihak berkontribusi terhadap keberhasilan ini. Berdasarkan model Dodeca-Helix yang melibatkan 12 dimensi pemangku kepentingan, studi ini mengungkapkan bahwa tata kelola kolaboratif yang efektif dicapai melalui kepemimpinan fasilitatif yang kuat, desain kelembagaan yang inklusif, dan komitmen pemangku kepentingan yang tinggi. Kerangka kerja kolaboratif mengintegrasikan pemerintah di semua tingkatan, entitas sektor swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat dalam pendekatan terstruktur untuk pengurangan stunting. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama, observasi lapangan, dan analisis dokumen menunjukkan bahwa mengintegrasikan kebijakan lokal dengan kerangka kerja nasional, dilengkapi dengan partisipasi masyarakat dari bawah ke atas, menciptakan sistem yang berkelanjutan untuk intervensi stunting. Pengalaman Kota Bekas menawarkan wawasan berharga bagi daerah lain yang tengah mengembangkan program penanggulangan stunting, dengan menekankan pentingnya integrasi kebijakan multilevel, koordinasi lintas sektor, dan keterlibatan aktif masyarakat. Studi ini memberikan kontribusi pada pemahaman teoritis tentang tata kelola kolaboratif dalam intervensi kesehatan masyarakat dan aplikasi praktis untuk melaksanakan program penanggulangan stunting yang berhasil di tingkat pemerintah daerah. https://jurnal.kemendagri.go.id/index.php/jbp/article/view/2398Pengurangan StuntingTata Kelola KolaboratifIntegrasi Kebijakan DaerahKesehatan MasyarakatKota Bekasi
spellingShingle Episcia Puspita Lautt
Amy Yayuk Sri Rahayu
Integrasi Kebijakan Daerah dan Tata Kelola Kolaboratif dalam Percepatan Penurunan Stunting
Jurnal Bina Praja
Pengurangan Stunting
Tata Kelola Kolaboratif
Integrasi Kebijakan Daerah
Kesehatan Masyarakat
Kota Bekasi
title Integrasi Kebijakan Daerah dan Tata Kelola Kolaboratif dalam Percepatan Penurunan Stunting
title_full Integrasi Kebijakan Daerah dan Tata Kelola Kolaboratif dalam Percepatan Penurunan Stunting
title_fullStr Integrasi Kebijakan Daerah dan Tata Kelola Kolaboratif dalam Percepatan Penurunan Stunting
title_full_unstemmed Integrasi Kebijakan Daerah dan Tata Kelola Kolaboratif dalam Percepatan Penurunan Stunting
title_short Integrasi Kebijakan Daerah dan Tata Kelola Kolaboratif dalam Percepatan Penurunan Stunting
title_sort integrasi kebijakan daerah dan tata kelola kolaboratif dalam percepatan penurunan stunting
topic Pengurangan Stunting
Tata Kelola Kolaboratif
Integrasi Kebijakan Daerah
Kesehatan Masyarakat
Kota Bekasi
url https://jurnal.kemendagri.go.id/index.php/jbp/article/view/2398
work_keys_str_mv AT episciapuspitalautt integrasikebijakandaerahdantatakelolakolaboratifdalampercepatanpenurunanstunting
AT amyyayuksrirahayu integrasikebijakandaerahdantatakelolakolaboratifdalampercepatanpenurunanstunting