PENGARUH EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA LONGA) TERHADAP HISTOPATOLOGI KOKLEA PADA OTOTOKSISITAS (STUDI EKSPERIMENTAL PADA TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI GENTAMISIN)

Latar belakang: Gentamisin merupakan aminoglikosida pilihan pertama namun dapat menyebabkan ototosisitas dengan meningkatkan berbagai spesies radikal bebas serta menekan jumlah antioksidan yang berakibat pada kerusakan sel dan apoptosis. Kunyit (Curcuma longa) merupakan salah satu rempah yang sering...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Lucia Octaviany Laka, Yanuar Iman Santosa, Zulfikar Naftali
Format: Article
Language:English
Published: Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro 2018-01-01
Series:Jurnal Kedokteran Diponegoro
Subjects:
Online Access:https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/19376
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Latar belakang: Gentamisin merupakan aminoglikosida pilihan pertama namun dapat menyebabkan ototosisitas dengan meningkatkan berbagai spesies radikal bebas serta menekan jumlah antioksidan yang berakibat pada kerusakan sel dan apoptosis. Kunyit (Curcuma longa) merupakan salah satu rempah yang sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Kandungan aktif dari kunyit yaitu curcumin mempunyai fungsi sebagai antioksidan diharapkan mampu menurunkan ototoksisitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian ekstrak kunyit berpengaruh terhadap jumlah kelainan histopatologi dan indeks apoptosis koklea pada tikus wistar yang diinduksi gentamisin. Metode: Penelitian eksperimental murni dengan rancangan post-test only controlled group design. Sampel penelitian berupa 18 ekor tikus wistar yang dibagi secara acak menjadi tiga kelompok: kontrol negatif, kontrol positif yang diinduksi gentamisin, dan kelompok perlakuan yang diinduksi gentamisin dan diberikan ekstrak kunyit dengan dosis 100 mg/kgBB. Pemberian ekstrak dilakukan per oral melalui sonde selama 14 hari. Pada akhir penelitian tikus wistar diterminasi, organ koklea diambil untuk dilakukan pemeriksaan histopatologi, dan dilakukan perhitungan jumlah kelainan histopatologi dan indeks apoptosis koklea. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan perlakuan (p=0,001). Jumlah kelainan histopatologi koklea lebih tinggi secara bermakna pada kelompok kontrol positif dibandingkan dengan kontrol negatif (p=0,002) dan lebih rendah secara bermakna pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kontrol positif (p=0,015). Tidak tampak apoptosis pada ketiga kelompok. Kesimpulan: Pemberian ekstrak kunyit dapat menurunkan jumlah kelainan histopatologi koklea tikus wistar yang diinduksi gentamisin.
ISSN:2540-8844