EMBRIOGENESIS DAN DAYA TETAS TELUR IKAN KOMET (Carassius auratus auratus) PADA SUHU YANG BERBEDA

Ikan komet (Carassius auratus auratus) merupakan ikan hias air tawar yang banyak dibudidayakan dan memiliki warna yang menarik. Produksi benih ikan komet belum bisa memenuhi tingkat permintaan pasar yang terus meningkat setiap tahunnya, sehingga perlu dilakukan peningkatan pada kegiatan pembenihan....

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Uswatun Khasanah, Laksmi Sulmartiwi, Rr. Juni Triastuti
Format: Article
Language:English
Published: Department of Fish Health Management and Aquaculture, Universitas Airlangga 2019-01-01
Series:Journal of Aquaculture and Fish Health
Subjects:
Online Access:https://e-journal.unair.ac.id/JAFH/article/view/11331
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850241158820659200
author Uswatun Khasanah
Laksmi Sulmartiwi
Rr. Juni Triastuti
author_facet Uswatun Khasanah
Laksmi Sulmartiwi
Rr. Juni Triastuti
author_sort Uswatun Khasanah
collection DOAJ
description Ikan komet (Carassius auratus auratus) merupakan ikan hias air tawar yang banyak dibudidayakan dan memiliki warna yang menarik. Produksi benih ikan komet belum bisa memenuhi tingkat permintaan pasar yang terus meningkat setiap tahunnya, sehingga perlu dilakukan peningkatan pada kegiatan pembenihan. Salah satu faktor yang memberikan pengaruh sangat besar terhadap tingginya kematian ikan pada kegiatan pembenihan adalah suhu. Suhu merupakan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan rata-rata serta menentukan waktu penetasan serta berpengaruh langsung pada proses perkembangan embrio. Secara umum fase awal kehidupan ikan merupakan fase yang paling sensitif dan mudah menjadi stres dalam menerima pengaruh lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap embriogenesis telur ikan pelangi, waktu inkubasi telur ikan pelangi, dan suhu optimal untuk menghasilkan daya tetas maksimal telur ikan pelangi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2015 di Unit Pengembangan Budidaya Air Tawar (UPTBAT) Punten, Batu, Jawa Timur. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental. Variabel yang diamati adalah perkembangan embrio dan daya tetas telur ikan komet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berpengaruh terhadap waktu perubahan fase embriogenesis dan waktu inkubasi telur ikan komet. Semua perlakuan suhu (22,5-29,5°C) merupakan suhu optimal pemeliharaan telur ikan komet.
format Article
id doaj-art-2678ec9c856e4b1881957928a1f7eec6
institution OA Journals
issn 2301-7309
2528-0864
language English
publishDate 2019-01-01
publisher Department of Fish Health Management and Aquaculture, Universitas Airlangga
record_format Article
series Journal of Aquaculture and Fish Health
spelling doaj-art-2678ec9c856e4b1881957928a1f7eec62025-08-20T02:00:41ZengDepartment of Fish Health Management and Aquaculture, Universitas AirlanggaJournal of Aquaculture and Fish Health2301-73092528-08642019-01-015310811710.20473/jafh.v5i3.113315679EMBRIOGENESIS DAN DAYA TETAS TELUR IKAN KOMET (Carassius auratus auratus) PADA SUHU YANG BERBEDAUswatun Khasanah0Laksmi Sulmartiwi1Rr. Juni Triastuti2Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, SurabayaDepartemen Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, SurabayaDepartemen Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, SurabayaIkan komet (Carassius auratus auratus) merupakan ikan hias air tawar yang banyak dibudidayakan dan memiliki warna yang menarik. Produksi benih ikan komet belum bisa memenuhi tingkat permintaan pasar yang terus meningkat setiap tahunnya, sehingga perlu dilakukan peningkatan pada kegiatan pembenihan. Salah satu faktor yang memberikan pengaruh sangat besar terhadap tingginya kematian ikan pada kegiatan pembenihan adalah suhu. Suhu merupakan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan rata-rata serta menentukan waktu penetasan serta berpengaruh langsung pada proses perkembangan embrio. Secara umum fase awal kehidupan ikan merupakan fase yang paling sensitif dan mudah menjadi stres dalam menerima pengaruh lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap embriogenesis telur ikan pelangi, waktu inkubasi telur ikan pelangi, dan suhu optimal untuk menghasilkan daya tetas maksimal telur ikan pelangi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2015 di Unit Pengembangan Budidaya Air Tawar (UPTBAT) Punten, Batu, Jawa Timur. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental. Variabel yang diamati adalah perkembangan embrio dan daya tetas telur ikan komet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berpengaruh terhadap waktu perubahan fase embriogenesis dan waktu inkubasi telur ikan komet. Semua perlakuan suhu (22,5-29,5°C) merupakan suhu optimal pemeliharaan telur ikan komet.https://e-journal.unair.ac.id/JAFH/article/view/11331EmbriogenesisDaya Tetas TelurIkan KometTelurSuhu Berbeda
spellingShingle Uswatun Khasanah
Laksmi Sulmartiwi
Rr. Juni Triastuti
EMBRIOGENESIS DAN DAYA TETAS TELUR IKAN KOMET (Carassius auratus auratus) PADA SUHU YANG BERBEDA
Journal of Aquaculture and Fish Health
Embriogenesis
Daya Tetas Telur
Ikan Komet
Telur
Suhu Berbeda
title EMBRIOGENESIS DAN DAYA TETAS TELUR IKAN KOMET (Carassius auratus auratus) PADA SUHU YANG BERBEDA
title_full EMBRIOGENESIS DAN DAYA TETAS TELUR IKAN KOMET (Carassius auratus auratus) PADA SUHU YANG BERBEDA
title_fullStr EMBRIOGENESIS DAN DAYA TETAS TELUR IKAN KOMET (Carassius auratus auratus) PADA SUHU YANG BERBEDA
title_full_unstemmed EMBRIOGENESIS DAN DAYA TETAS TELUR IKAN KOMET (Carassius auratus auratus) PADA SUHU YANG BERBEDA
title_short EMBRIOGENESIS DAN DAYA TETAS TELUR IKAN KOMET (Carassius auratus auratus) PADA SUHU YANG BERBEDA
title_sort embriogenesis dan daya tetas telur ikan komet carassius auratus auratus pada suhu yang berbeda
topic Embriogenesis
Daya Tetas Telur
Ikan Komet
Telur
Suhu Berbeda
url https://e-journal.unair.ac.id/JAFH/article/view/11331
work_keys_str_mv AT uswatunkhasanah embriogenesisdandayatetastelurikankometcarassiusauratusauratuspadasuhuyangberbeda
AT laksmisulmartiwi embriogenesisdandayatetastelurikankometcarassiusauratusauratuspadasuhuyangberbeda
AT rrjunitriastuti embriogenesisdandayatetastelurikankometcarassiusauratusauratuspadasuhuyangberbeda