Inovasi Pelayanan Keluarga
Pemisahan ibadah antara orang tua dan anak di gereja memiliki sisi positif, yaitu memungkinkan pengajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan masing-masing usia. Namun, pemisahan ini juga membawa dampak yang kurang sesuai, karena mengurangi interaksi spiritual dalam keluarga dan melemahkan pera...
Saved in:
| Main Authors: | , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Sekolah Tinggi Teologi Star's Lub Luwuk Banggai
2025-06-01
|
| Series: | Visio Dei |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://jurnal.sttstarslub.ac.id/index.php/js/article/view/562 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Pemisahan ibadah antara orang tua dan anak di gereja memiliki sisi positif, yaitu memungkinkan pengajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan masing-masing usia. Namun, pemisahan ini juga membawa dampak yang kurang sesuai, karena mengurangi interaksi spiritual dalam keluarga dan melemahkan peran orang tua sebagai teladan iman. Program parenting yang tersedia pun umumnya bersifat kognitif dan tidak disertai pendampingan praktis dalam membangun kehidupan rohani keluarga. Akibatnya, anak-anak sering kali tidak melihat penerapan iman secara langsung dalam rumah tangga, yang tidak sejalan dengan prinsip dalam Ulangan 6:6–7. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan pelayanan keluarga dan merumuskan strategi integratif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis konseptual terhadap praktik yang ada. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelayanan berbasis keluarga berdampak positif terhadap pertumbuhan iman anak dan keterlibatan orang tua. Tiga strategi utama diusulkan: Ibadah Lintas Generasi, Devosi Keluarga melalui kelompok sel berbasis rumah, dan Mentoring Spiritual yang aplikatif. Strategi ini membantu gereja membentuk keluarga yang utuh secara rohani dan menghasilkan generasi yang berakar dalam firman Tuhan.
|
|---|---|
| ISSN: | 2685-4015 2685-3795 |