Membangun TV Publik

Kehadiran televisi swasta tidak lebih sebagai penggembira yang melanggengkan budaya hedonistik lewat peran mereka sebagai agen-agen metropolis. Padahal, sudah saatnya Indonesia memiliki TV publik yang difungsikan menjadi wahana bagi masyarakat memperdebatkan urgensi permasalahan sehari-hari. Dalam p...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Deddy Mulyana
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Islam Bandung 2001-12-01
Series:MediaTor
Subjects:
Online Access:http://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/view/718
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850184389845057536
author Deddy Mulyana
author_facet Deddy Mulyana
author_sort Deddy Mulyana
collection DOAJ
description Kehadiran televisi swasta tidak lebih sebagai penggembira yang melanggengkan budaya hedonistik lewat peran mereka sebagai agen-agen metropolis. Padahal, sudah saatnya Indonesia memiliki TV publik yang difungsikan menjadi wahana bagi masyarakat memperdebatkan urgensi permasalahan sehari-hari. Dalam perspektif multibudaya, urgensi kehadiran TV publik di Indonesia terasa semakin penting mengingat banyaknya masalah konflik antaretnis yang diakibatkan oleh prasangka-prasangka dan perbedaan kultural antaretnis yang tidak terkomunikasikan dengan baik. Sementara menanti kehadiran TV publik, TV swasta yang sudah ada hendaknya mengintensifkan peran mereka sebagai pemersatu bangsa, sembari runtuhnya mitos-mitos sentralistik yang melekatkan peran penting bangsa ini hanya pada satu suku saja.
format Article
id doaj-art-23cd747b12fe4918a2cef0e04d75ad65
institution OA Journals
issn 1411-5883
language English
publishDate 2001-12-01
publisher Universitas Islam Bandung
record_format Article
series MediaTor
spelling doaj-art-23cd747b12fe4918a2cef0e04d75ad652025-08-20T02:17:04ZengUniversitas Islam BandungMediaTor1411-58832001-12-0122177181574Membangun TV PublikDeddy Mulyana0Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas PadjadjaranKehadiran televisi swasta tidak lebih sebagai penggembira yang melanggengkan budaya hedonistik lewat peran mereka sebagai agen-agen metropolis. Padahal, sudah saatnya Indonesia memiliki TV publik yang difungsikan menjadi wahana bagi masyarakat memperdebatkan urgensi permasalahan sehari-hari. Dalam perspektif multibudaya, urgensi kehadiran TV publik di Indonesia terasa semakin penting mengingat banyaknya masalah konflik antaretnis yang diakibatkan oleh prasangka-prasangka dan perbedaan kultural antaretnis yang tidak terkomunikasikan dengan baik. Sementara menanti kehadiran TV publik, TV swasta yang sudah ada hendaknya mengintensifkan peran mereka sebagai pemersatu bangsa, sembari runtuhnya mitos-mitos sentralistik yang melekatkan peran penting bangsa ini hanya pada satu suku saja.http://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/view/718TV, Publik, TV Publik
spellingShingle Deddy Mulyana
Membangun TV Publik
MediaTor
TV, Publik, TV Publik
title Membangun TV Publik
title_full Membangun TV Publik
title_fullStr Membangun TV Publik
title_full_unstemmed Membangun TV Publik
title_short Membangun TV Publik
title_sort membangun tv publik
topic TV, Publik, TV Publik
url http://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/view/718
work_keys_str_mv AT deddymulyana membanguntvpublik