Tata Laksana Kanker Payudara Relaps

Kanker payudara adalah kanker yang paling sering terjadi pada wanita di berbagai negara. Insiden kasar di Eropa 109.8/100000 dan mortalitasnya 28.4/100000. Data di Indonesia menduduki peringkat pertama kanker pada wanita dengan insiden 36.2/100000 dan angka mortalitasnya 18.6/100000. Deteksi dini...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: ANDREE KURNIAWAN, NUGROHO PRAYOGO
Format: Article
Language:English
Published: Dharmais Cancer Hospital - National Cancer Center 2012-06-01
Series:Indonesian Journal of Cancer
Subjects:
Online Access:https://www.indonesianjournalofcancer.or.id/e-journal/index.php/ijoc/article/view/195
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Kanker payudara adalah kanker yang paling sering terjadi pada wanita di berbagai negara. Insiden kasar di Eropa 109.8/100000 dan mortalitasnya 28.4/100000. Data di Indonesia menduduki peringkat pertama kanker pada wanita dengan insiden 36.2/100000 dan angka mortalitasnya 18.6/100000. Deteksi dini dan terapi adjuvan yang maju menyebabkan angka mortalitas menurun tajam, namun kejadian relaps masih cukup sering terjadi. Angka dari kepustakaan Barat bervariasi, dari 5-30%. Faktor yang memengaruhi relaps di antaranya jenis operasi, keterlibatan kelenjar getah bening regional, dan subtipe dari kanker payudara. Kecurigaan klinis relaps harus dikonfirmasi dengan pencitraan dan diusahakan untuk mendapatkan jaringan patologi. Hal itu perlu didukung dengan pemeriksaan darah, pencitraan, status reseptor hormonal, HER2, dan marker proliferasi. Tata laksana secara umum diterapi seperti tumor primer yang baru dengan tujuan kuratif dan tata laksana secara spesifik berdasarkan subtipe dari kanker payudara yang meliputi terapi hormonal, anti-HER2, kemoterapi, terapi target yang baru seperti lapatinib, antiangiogenesis seperti bevacizumab dan sunitinib.
ISSN:1978-3744
2355-6811