HUBUNGAN KOLESTEATOMA DENGAN JENIS DAN DERAJAT KURANG PENDENGARAN PADA PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK

Latar Belakang: Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) merupakan inflamasi kronis mukosa dan periosteum telinga bagian tengah dan kavum mastoid. Patologi pada telinga tengah merupakan sistem konduksi dapat mengakibatkan tuli konduktif. Beberapa pasien terlibat pada komponen kurang pendengaran sensorin...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Irwandi Samosir, Suprihati Suprihati, Zulfikar Naftali
Format: Article
Language:English
Published: Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro 2018-05-01
Series:Jurnal Kedokteran Diponegoro
Subjects:
Online Access:https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/20701
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849424010835656704
author Irwandi Samosir
Suprihati Suprihati
Zulfikar Naftali
author_facet Irwandi Samosir
Suprihati Suprihati
Zulfikar Naftali
author_sort Irwandi Samosir
collection DOAJ
description Latar Belakang: Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) merupakan inflamasi kronis mukosa dan periosteum telinga bagian tengah dan kavum mastoid. Patologi pada telinga tengah merupakan sistem konduksi dapat mengakibatkan tuli konduktif. Beberapa pasien terlibat pada komponen kurang pendengaran sensorineural. Tuli pada OMSK terjadi pada derajat ringan sampai sedang > 50%. Adanya kolesteatoma yang bersifat destruktif dapat merusak organ disekitarnya termasuk telinga dalam sehingga mempengaruhi jenis dan derajat kurang pendengaran. Tujuan: Mengetahui hubungan kolesteatoma, usia dengan jenis dan derajat kurang pendengaran pada penderita OMSK. Metode: Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan desain cross sectional di RSUP Dr Kariadi Semarang yang dilakukan pada agustus – september 2017. Subyek penelitian berjumlah 85 penderita OMSK rawat inap tahun 2013-2017 yang memenuhi kriteria sampel penelitian. Penderita dengan kolesteatoma sebanyak 53 dan tanpa kolesteatoma 32 penderita. Data dianalisis dengan Uji Chi-square Hasil: Kolesteatoma berhubungan terhadap jenis kurang pendengaran (p<0,05).. Kolesteatoma berhubungan derajat kurang pendengaran (p<0,05). Usia tidak berhubungan dengan jenis dan derajat kurang pendengaran (p>0,05). Kolesteatoma meningkatkan resiko kurang pendengaran jenis MHL 6 kali dan derajat berat 7 kali dibandingkan tanpa kolesteatoma. Kesimpulan: Kolesteatoma berhubungan dengan jenis dan derajat kurang pendengaran pada penderita OMSK. Kolesteatoma merupakan faktor risiko jenis dan derajat kurang pendengaran.
format Article
id doaj-art-21fa5cb1a04349d0bc809785db52dddf
institution Kabale University
issn 2540-8844
language English
publishDate 2018-05-01
publisher Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro
record_format Article
series Jurnal Kedokteran Diponegoro
spelling doaj-art-21fa5cb1a04349d0bc809785db52dddf2025-08-20T03:30:23ZengFaculty of Medicine, Universitas DiponegoroJurnal Kedokteran Diponegoro2540-88442018-05-017256257310.14710/dmj.v7i2.2070119860HUBUNGAN KOLESTEATOMA DENGAN JENIS DAN DERAJAT KURANG PENDENGARAN PADA PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIKIrwandi SamosirSuprihati SuprihatiZulfikar NaftaliLatar Belakang: Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) merupakan inflamasi kronis mukosa dan periosteum telinga bagian tengah dan kavum mastoid. Patologi pada telinga tengah merupakan sistem konduksi dapat mengakibatkan tuli konduktif. Beberapa pasien terlibat pada komponen kurang pendengaran sensorineural. Tuli pada OMSK terjadi pada derajat ringan sampai sedang > 50%. Adanya kolesteatoma yang bersifat destruktif dapat merusak organ disekitarnya termasuk telinga dalam sehingga mempengaruhi jenis dan derajat kurang pendengaran. Tujuan: Mengetahui hubungan kolesteatoma, usia dengan jenis dan derajat kurang pendengaran pada penderita OMSK. Metode: Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan desain cross sectional di RSUP Dr Kariadi Semarang yang dilakukan pada agustus – september 2017. Subyek penelitian berjumlah 85 penderita OMSK rawat inap tahun 2013-2017 yang memenuhi kriteria sampel penelitian. Penderita dengan kolesteatoma sebanyak 53 dan tanpa kolesteatoma 32 penderita. Data dianalisis dengan Uji Chi-square Hasil: Kolesteatoma berhubungan terhadap jenis kurang pendengaran (p<0,05).. Kolesteatoma berhubungan derajat kurang pendengaran (p<0,05). Usia tidak berhubungan dengan jenis dan derajat kurang pendengaran (p>0,05). Kolesteatoma meningkatkan resiko kurang pendengaran jenis MHL 6 kali dan derajat berat 7 kali dibandingkan tanpa kolesteatoma. Kesimpulan: Kolesteatoma berhubungan dengan jenis dan derajat kurang pendengaran pada penderita OMSK. Kolesteatoma merupakan faktor risiko jenis dan derajat kurang pendengaran.https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/20701omsk, kolesteatoma, kurang pendengaran, perforasi membran timpani.
spellingShingle Irwandi Samosir
Suprihati Suprihati
Zulfikar Naftali
HUBUNGAN KOLESTEATOMA DENGAN JENIS DAN DERAJAT KURANG PENDENGARAN PADA PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK
Jurnal Kedokteran Diponegoro
omsk, kolesteatoma, kurang pendengaran, perforasi membran timpani.
title HUBUNGAN KOLESTEATOMA DENGAN JENIS DAN DERAJAT KURANG PENDENGARAN PADA PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK
title_full HUBUNGAN KOLESTEATOMA DENGAN JENIS DAN DERAJAT KURANG PENDENGARAN PADA PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK
title_fullStr HUBUNGAN KOLESTEATOMA DENGAN JENIS DAN DERAJAT KURANG PENDENGARAN PADA PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK
title_full_unstemmed HUBUNGAN KOLESTEATOMA DENGAN JENIS DAN DERAJAT KURANG PENDENGARAN PADA PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK
title_short HUBUNGAN KOLESTEATOMA DENGAN JENIS DAN DERAJAT KURANG PENDENGARAN PADA PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK
title_sort hubungan kolesteatoma dengan jenis dan derajat kurang pendengaran pada pasien otitis media supuratif kronik
topic omsk, kolesteatoma, kurang pendengaran, perforasi membran timpani.
url https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/20701
work_keys_str_mv AT irwandisamosir hubungankolesteatomadenganjenisdanderajatkurangpendengaranpadapasienotitismediasupuratifkronik
AT suprihatisuprihati hubungankolesteatomadenganjenisdanderajatkurangpendengaranpadapasienotitismediasupuratifkronik
AT zulfikarnaftali hubungankolesteatomadenganjenisdanderajatkurangpendengaranpadapasienotitismediasupuratifkronik