Model Pengembangan Perpustakaan Sekolah Berbasis Guru Pustakawan

Keterbatasan tenaga pustakawan diberbagai perpustakaan khususnya di perpustakaan sekolah mendorong lahirnya guru pustakawan. SMAN 10 Kendari, salah satu perpustakaan sekolah yang menggunakan guru sebagai tenaga pustakawannya. Menarik kemudian bagaimana seorang guru yang tidak dibantu oleh pustakawan...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Wa Ode Lusianai, Muliati Muliati, Astin Astin, Aryuni Salpian Jabar
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Diponegoro 2022-12-01
Series:Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan
Subjects:
Online Access:https://ejournal.undip.ac.id/index.php/lpustaka/article/view/36532
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849430944687063040
author Wa Ode Lusianai
Muliati Muliati
Astin Astin
Aryuni Salpian Jabar
author_facet Wa Ode Lusianai
Muliati Muliati
Astin Astin
Aryuni Salpian Jabar
author_sort Wa Ode Lusianai
collection DOAJ
description Keterbatasan tenaga pustakawan diberbagai perpustakaan khususnya di perpustakaan sekolah mendorong lahirnya guru pustakawan. SMAN 10 Kendari, salah satu perpustakaan sekolah yang menggunakan guru sebagai tenaga pustakawannya. Menarik kemudian bagaimana seorang guru yang tidak dibantu oleh pustakawan profesional mampu mengelola dan mengembangkan perpustakaannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menemukan sebuah model pengembangan perpustakaan yang dilakukan oleh guru pustakawan. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan model pengembangan perpustakaan yang dilakukan oleh guru pustakawan pertama melalui suport system sekolah dalam bentuk kebijakan pengembangan perpustakaan. Kedua, pengembangan standar diri guru pustakawan yang dilakukan secara formal dan nonformal melalui pelatihan, magang, workshop pengelolaan perpustakaan. Ketiga kolaborasi layanan perpustakaan dengan memberdayakan OSIS, PMI dan guru piket serta menjalin kerjasama dengan perpustakaan lain. Keempat, perpustakaan kejujuran untuk membentuk pemustaka yang mampu memenuhi kebutuhan informasinya sendiri baik melalui layanan perpustakaan secara langsung maupun pencarian informasi digital.
format Article
id doaj-art-1d01cc47d4d14a0c8e8b0c8c1e332855
institution Kabale University
issn 2302-4666
2540-9638
language English
publishDate 2022-12-01
publisher Universitas Diponegoro
record_format Article
series Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan
spelling doaj-art-1d01cc47d4d14a0c8e8b0c8c1e3328552025-08-20T03:27:48ZengUniversitas DiponegoroLentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan2302-46662540-96382022-12-0182859410.14710/lenpust.v8i2.3653221494Model Pengembangan Perpustakaan Sekolah Berbasis Guru PustakawanWa Ode Lusianai0Muliati Muliati1Astin Astin2Aryuni Salpian Jabar3Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi, Universitas Halu Oleo, IndonesiaProgram Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi, Universitas Halu Oleo, IndonesiaProgram Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi, Universitas Halu Oleo, IndonesiaProgram Studi Kesejahteraan Sosial, Universitas Halu Oleo, IndonesiaKeterbatasan tenaga pustakawan diberbagai perpustakaan khususnya di perpustakaan sekolah mendorong lahirnya guru pustakawan. SMAN 10 Kendari, salah satu perpustakaan sekolah yang menggunakan guru sebagai tenaga pustakawannya. Menarik kemudian bagaimana seorang guru yang tidak dibantu oleh pustakawan profesional mampu mengelola dan mengembangkan perpustakaannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menemukan sebuah model pengembangan perpustakaan yang dilakukan oleh guru pustakawan. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan model pengembangan perpustakaan yang dilakukan oleh guru pustakawan pertama melalui suport system sekolah dalam bentuk kebijakan pengembangan perpustakaan. Kedua, pengembangan standar diri guru pustakawan yang dilakukan secara formal dan nonformal melalui pelatihan, magang, workshop pengelolaan perpustakaan. Ketiga kolaborasi layanan perpustakaan dengan memberdayakan OSIS, PMI dan guru piket serta menjalin kerjasama dengan perpustakaan lain. Keempat, perpustakaan kejujuran untuk membentuk pemustaka yang mampu memenuhi kebutuhan informasinya sendiri baik melalui layanan perpustakaan secara langsung maupun pencarian informasi digital.https://ejournal.undip.ac.id/index.php/lpustaka/article/view/36532guru pustakawanperpustakaan sekolahpengembangan perpustakaan
spellingShingle Wa Ode Lusianai
Muliati Muliati
Astin Astin
Aryuni Salpian Jabar
Model Pengembangan Perpustakaan Sekolah Berbasis Guru Pustakawan
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan
guru pustakawan
perpustakaan sekolah
pengembangan perpustakaan
title Model Pengembangan Perpustakaan Sekolah Berbasis Guru Pustakawan
title_full Model Pengembangan Perpustakaan Sekolah Berbasis Guru Pustakawan
title_fullStr Model Pengembangan Perpustakaan Sekolah Berbasis Guru Pustakawan
title_full_unstemmed Model Pengembangan Perpustakaan Sekolah Berbasis Guru Pustakawan
title_short Model Pengembangan Perpustakaan Sekolah Berbasis Guru Pustakawan
title_sort model pengembangan perpustakaan sekolah berbasis guru pustakawan
topic guru pustakawan
perpustakaan sekolah
pengembangan perpustakaan
url https://ejournal.undip.ac.id/index.php/lpustaka/article/view/36532
work_keys_str_mv AT waodelusianai modelpengembanganperpustakaansekolahberbasisgurupustakawan
AT muliatimuliati modelpengembanganperpustakaansekolahberbasisgurupustakawan
AT astinastin modelpengembanganperpustakaansekolahberbasisgurupustakawan
AT aryunisalpianjabar modelpengembanganperpustakaansekolahberbasisgurupustakawan