Histologi Organ Hepatopankreas Kepiting Bakau (Scylla serata) pada Konsentrasi Sublethal Fenol sebagai Peringatan Dini (Early warning) Toksisitas Fenol di Estuaria

Fenol dan senyawa fenolik merupakan salah satu xenobiotik yang menjadi salah satu faktor stres lingkungan pada biota yang terpapar dan telah menjadi masalah lingkungan akibat dampak antropogenik lingkungan. Konsentrasi fenol yang melebihi batas ambang ke dalam ekosistem perairan dapat menjadi streso...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Alfi Hermawati, Yenny Risjani, Agung Pramana Warih Mahendra
Format: Article
Language:English
Published: University of Brawijaya 2012-06-01
Series:Journal of Experimental Life Science
Subjects:
Online Access:https://jels.ub.ac.id/index.php/jels/article/view/136
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849732810641768448
author Alfi Hermawati
Yenny Risjani
Agung Pramana Warih Mahendra
author_facet Alfi Hermawati
Yenny Risjani
Agung Pramana Warih Mahendra
author_sort Alfi Hermawati
collection DOAJ
description Fenol dan senyawa fenolik merupakan salah satu xenobiotik yang menjadi salah satu faktor stres lingkungan pada biota yang terpapar dan telah menjadi masalah lingkungan akibat dampak antropogenik lingkungan. Konsentrasi fenol yang melebihi batas ambang ke dalam ekosistem perairan dapat menjadi stresor kimia bagi organisme akuatik, termasuk kepiting bakau (Scylla serata). Teknik histologi juga merupakan salah satu metode umum yang dapat digunakan untuk mengetahui efek sublethal polutan. Sebelum menetapkan konsentrasi sublethal, terlebih dahulu dilakukan penentuan konsentrasi LC50 (96 jam). Berdasarkan data mortalitas dari hasil uji toksisitas akut LC50 (96 jam) fenol terhadap kepiting bakau (Scylla serata) yang dianalisis dengan analisis probit, diperoleh konsentrasi LC50 (96 jam) sebesar 26 mg.L-1. Dari hasil tersebut kemudian ditentukan perlakuan konsentrasi sublethal fenol (96 jam) yang dilakukan, yakni perlakuan A (1,62 mg.L-1), B (6,5 mg.L-1), C (13 mg.L-1) serta kontrol. Hasil pengamatan pada akhir perlakuan diketahui terdapat perbedaan yang signifikan terhadap histologi organ insang dan hepatopankreas pada tiap perlakuan dimana pada konsentrasi yang semakin tinggi menunjukkan kerusakan jaringan yang semakin terlihat jelas pada hepatopankreas juga terlihat perubahan yang signifikan yang terlihat pada tubulus hepatopankreatik kepiting bakau (S. serata) yaitu vakuola lebih terbentuk, epitel tampak tidak teratur, hilangnya bentuk bintang pada lumen.
format Article
id doaj-art-1b1a58aca390417db014b69a56fccba3
institution DOAJ
issn 2087-2852
2338-1655
language English
publishDate 2012-06-01
publisher University of Brawijaya
record_format Article
series Journal of Experimental Life Science
spelling doaj-art-1b1a58aca390417db014b69a56fccba32025-08-20T03:08:13ZengUniversity of BrawijayaJournal of Experimental Life Science2087-28522338-16552012-06-01213641https://doi.org/10.21776/ub.jels.2012.002.01.06Histologi Organ Hepatopankreas Kepiting Bakau (Scylla serata) pada Konsentrasi Sublethal Fenol sebagai Peringatan Dini (Early warning) Toksisitas Fenol di EstuariaAlfi Hermawati0Yenny Risjani1Agung Pramana Warih Mahendra2Universitas Brawijaya, Malang, IndonesiaUniversitas Brawijaya, Malang, IndonesiaUniversitas Brawijaya, Malang, IndonesiaFenol dan senyawa fenolik merupakan salah satu xenobiotik yang menjadi salah satu faktor stres lingkungan pada biota yang terpapar dan telah menjadi masalah lingkungan akibat dampak antropogenik lingkungan. Konsentrasi fenol yang melebihi batas ambang ke dalam ekosistem perairan dapat menjadi stresor kimia bagi organisme akuatik, termasuk kepiting bakau (Scylla serata). Teknik histologi juga merupakan salah satu metode umum yang dapat digunakan untuk mengetahui efek sublethal polutan. Sebelum menetapkan konsentrasi sublethal, terlebih dahulu dilakukan penentuan konsentrasi LC50 (96 jam). Berdasarkan data mortalitas dari hasil uji toksisitas akut LC50 (96 jam) fenol terhadap kepiting bakau (Scylla serata) yang dianalisis dengan analisis probit, diperoleh konsentrasi LC50 (96 jam) sebesar 26 mg.L-1. Dari hasil tersebut kemudian ditentukan perlakuan konsentrasi sublethal fenol (96 jam) yang dilakukan, yakni perlakuan A (1,62 mg.L-1), B (6,5 mg.L-1), C (13 mg.L-1) serta kontrol. Hasil pengamatan pada akhir perlakuan diketahui terdapat perbedaan yang signifikan terhadap histologi organ insang dan hepatopankreas pada tiap perlakuan dimana pada konsentrasi yang semakin tinggi menunjukkan kerusakan jaringan yang semakin terlihat jelas pada hepatopankreas juga terlihat perubahan yang signifikan yang terlihat pada tubulus hepatopankreatik kepiting bakau (S. serata) yaitu vakuola lebih terbentuk, epitel tampak tidak teratur, hilangnya bentuk bintang pada lumen.https://jels.ub.ac.id/index.php/jels/article/view/136fenolhepatopankreaskepiting bakau.
spellingShingle Alfi Hermawati
Yenny Risjani
Agung Pramana Warih Mahendra
Histologi Organ Hepatopankreas Kepiting Bakau (Scylla serata) pada Konsentrasi Sublethal Fenol sebagai Peringatan Dini (Early warning) Toksisitas Fenol di Estuaria
Journal of Experimental Life Science
fenol
hepatopankreas
kepiting bakau.
title Histologi Organ Hepatopankreas Kepiting Bakau (Scylla serata) pada Konsentrasi Sublethal Fenol sebagai Peringatan Dini (Early warning) Toksisitas Fenol di Estuaria
title_full Histologi Organ Hepatopankreas Kepiting Bakau (Scylla serata) pada Konsentrasi Sublethal Fenol sebagai Peringatan Dini (Early warning) Toksisitas Fenol di Estuaria
title_fullStr Histologi Organ Hepatopankreas Kepiting Bakau (Scylla serata) pada Konsentrasi Sublethal Fenol sebagai Peringatan Dini (Early warning) Toksisitas Fenol di Estuaria
title_full_unstemmed Histologi Organ Hepatopankreas Kepiting Bakau (Scylla serata) pada Konsentrasi Sublethal Fenol sebagai Peringatan Dini (Early warning) Toksisitas Fenol di Estuaria
title_short Histologi Organ Hepatopankreas Kepiting Bakau (Scylla serata) pada Konsentrasi Sublethal Fenol sebagai Peringatan Dini (Early warning) Toksisitas Fenol di Estuaria
title_sort histologi organ hepatopankreas kepiting bakau scylla serata pada konsentrasi sublethal fenol sebagai peringatan dini early warning toksisitas fenol di estuaria
topic fenol
hepatopankreas
kepiting bakau.
url https://jels.ub.ac.id/index.php/jels/article/view/136
work_keys_str_mv AT alfihermawati histologiorganhepatopankreaskepitingbakauscyllaseratapadakonsentrasisublethalfenolsebagaiperingatandiniearlywarningtoksisitasfenoldiestuaria
AT yennyrisjani histologiorganhepatopankreaskepitingbakauscyllaseratapadakonsentrasisublethalfenolsebagaiperingatandiniearlywarningtoksisitasfenoldiestuaria
AT agungpramanawarihmahendra histologiorganhepatopankreaskepitingbakauscyllaseratapadakonsentrasisublethalfenolsebagaiperingatandiniearlywarningtoksisitasfenoldiestuaria