Pengembangan Supervisi Pendidikan Islam Berorientasi Reward

Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan sebagai tuntutan dari kebutuhan dan perkembangan jaman yang semakin pesat. Peningkatan kualitas pendidikan tersebut dapat dimulai dari berbagai aspek, namun komponen utama dan pertama yang harus dikembangkan iala...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Asdlori
Format: Article
Language:English
Published: Ikatan Keluarga Alumni UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto 2023-05-01
Series:Jurnal Kependidikan
Subjects:
Online Access:https://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/8418
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan sebagai tuntutan dari kebutuhan dan perkembangan jaman yang semakin pesat. Peningkatan kualitas pendidikan tersebut dapat dimulai dari berbagai aspek, namun komponen utama dan pertama yang harus dikembangkan ialah sumber daya manusianya, yaitu guru. Gurulah yang menjadi garda terdepan dalam pengembangan kualitas pendidikan sehingga peningkatan kualitas guru harus terus dilakukan secara terus-menerus (continuous improvement), di antaranya melalui kegiatan supervisi. Supervisi merupakan segala bantuan dan pendampingan dari supervisor/ kepala sekolah untuk mengembangkan kemampuan guru dalam mencapai tujuan pendidikan. Supervisi ini sangat erat kaitannya dengan instrumen supervisi, karena instrumen inilah yang akan menjadi barometer bagi supervisor dalam melakukan supervisi. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyusunan instrumen supervisi (akademik) pendidikan Islam. Tulisan ini menghasilkan sebuah tawaran gagasan yakni dengan menjadikan supervisi sebagai media pemberian reward kepada para guru melalui sistem poinisasi sebagai bentuk stimulus agar para guru memiliki komitmen yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan supervisi. Dengan komitmen yang kuat dan didasari adanya kesadaran dan rasa tanggung jawab bahwa mutu pendidikan berada di pundak para guru, hal tersebut bisa menjadi bekal bagi kegiatan supervisi pendidikan yang berkualitas.     
ISSN:2355-018X
2598-4845