Optimalkan Kesehatan Generasi Muda untuk Mengatasi Tantangan Demografi dan Ekonomi: Strategi Utama Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Tingginya laju pertumbuhan penduduk di Bengkulu Tengah dipicu oleh maraknya pernikahan dini di kalangan remaja, terutama di kalangan siswa atau siswa yang baru menyelesaikan pendidikan menengah. Fenomena ini menyebabkan berbagai permasalahan, seperti masalah ekonomi, kesehatan, dan demografi. Oleh...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
2024-11-01
|
| Series: | Madaniya |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://madaniya.biz.id/journals/contents/article/view/1106 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Tingginya laju pertumbuhan penduduk di Bengkulu Tengah dipicu oleh maraknya pernikahan dini di kalangan remaja, terutama di kalangan siswa atau siswa yang baru menyelesaikan pendidikan menengah. Fenomena ini menyebabkan berbagai permasalahan, seperti masalah ekonomi, kesehatan, dan demografi. Oleh karena itu, dalam upaya mengurangi angka pernikahan dini, maka dilakukan penyuluhan kepada remaja putri di SMA N 4 Bengkulu Tengah, Kecamatan Pagar Jati. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada remaja putri mengenai dampak pernikahan dini dan cara mengatasi masalah demografi dan ekonomi melalui penundaan pernikahan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilihat dari beberapa hal: pertama, tingginya partisipasi peserta. Kegiatan ini dihadiri oleh banyak peserta, yang menunjukkan minat yang besar dalam mengikuti penyuluhan. Kedua, antusiasme dalam diskusi. Selama pelaksanaan diskusi dan tanya jawab, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, banyak yang memberikan pertanyaan kepada narasumber. Hal ini menunjukkan pemahaman peserta yang semakin mendalam mengenai dampak pernikahan dini. Ketiga, peningkatan pemahaman peserta. Melalui materi yang disampaikan, diskusi, dan video edukasi yang ditampilkan, peserta berhasil memahami lebih baik mengenai dampak negatif pernikahan dini terhadap demografi, ekonomi, dan kesehatan, serta bagaimana pencegahan dapat dilakukan. Keempat, penyuluhan ini berlangsung dengan lancar tanpa hambatan signifikan. Selain itu, ada peningkatan kesadaran di kalangan siswa-siswi tentang pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang, baik dari sisi emosional, sosial, maupun ekonomi.
|
|---|---|
| ISSN: | 2721-4834 |