Perbandingan Luaran Penggunaan Protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) dengan Perawatan Perioperatif Konvensional pada Pembedahan Umum di RSUP H. Adam Malik Medan

Latar Belakang: Protokol enhanced recovery after surgery (ERAS) merupakan kondisi pemulihan yang lebih cepat setelah operasi dan anestesi. Semua elemen ERAS secara terpisah telah terbukti meningkatkan luaran pasien. Di Indonesia, beberapa pusat pendidikan telah menggunakan ERAS sebagai protokol dala...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Moch. Iqbal Saputra, Qadri Fauzi Tanjung, Tasrif Hamdi
Format: Article
Language:English
Published: Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro 2023-11-01
Series:JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)
Subjects:
Online Access:https://ejournal.undip.ac.id/index.php/janesti/article/view/56286
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850109338317750272
author Moch. Iqbal Saputra
Qadri Fauzi Tanjung
Tasrif Hamdi
author_facet Moch. Iqbal Saputra
Qadri Fauzi Tanjung
Tasrif Hamdi
author_sort Moch. Iqbal Saputra
collection DOAJ
description Latar Belakang: Protokol enhanced recovery after surgery (ERAS) merupakan kondisi pemulihan yang lebih cepat setelah operasi dan anestesi. Semua elemen ERAS secara terpisah telah terbukti meningkatkan luaran pasien. Di Indonesia, beberapa pusat pendidikan telah menggunakan ERAS sebagai protokol dalam penatalaksanaan perioperatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbandingan luaran antara penerapan protokol ERAS dengan perawatan perioperatif konvensional pada pembedahan umum. Metode: Penelitian prospektif analitik dengan metode case control ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan pada bulan Agustus sampai November 2022. Sampel adalah pasien berusia antara 18 sampai 65 tahun yang menjalani operasi elektif digestif dan ginekologi dengan anestesi umum. Pasien yang dirawat di intensive care unit (ICU) dan pasien relaparotomi dieksklusi dari penelitian. Subjek secara acak dibagi menjadi 2 kelompok: subjek pada kelompok ERAS akan menerima perlakuan protokol ERAS pada periode perioperatif, sedangkan kelompok konvensional menjalani persiapan perioperatif seperti biasa. Luaran yang dinilai dalam penelitian ini adalah skala nyeri pascaoperasi, kejadian post operative nausea and vomiting (PONV), waktu mobilisasi, waktu flatus, dan lama rawat. Hasil: Penelitian ini terdiri dari 2 kelompok dengan jumlah sampel sebanyak 23 pasien pada masing-masing kelompok. Berdasarkan jenis operasi, 29 (63%) sampel menjalani operasi pencernaan, dan 17 (37%) sampel menjalani operasi ginekologi. Terdapat perbedaan yang signifikan pada skala nyeri pascaoperasi, dengan rata-rata skor VAS 1,9 ± 0,7 (kelompok ERAS) dibandingkan dengan 2,5 ± 0,8 (kelompok konvensional), p = 0,034. Luaran waktu mobilisasi yang dibutuhkan pasien untuk dapat duduk di tempat tidur adalah 26,17 ± 4,05 jam pada kelompok ERAS dan 38,91 ± 16,53 jam pada kelompok konvensional (p = 0,01). Selanjutnya, lama rawat lebih pendek pada kelompok protokol ERAS, 7,25 ± 2,2 hari dibandingkan 10,5 ± 3,6 hari pada kelompok konvensional (p = 0,0001). Kesimpulan: Implementasi protokol ERAS memberikan hasil pascaoperasi yang lebih baik daripada perawatan konvensional pada pasien yang menjalani operasi pencernaan dan ginekologi.
format Article
id doaj-art-16256d5040a44ceb9fb69ddd60bb9d45
institution OA Journals
issn 2337-5124
2089-970X
language English
publishDate 2023-11-01
publisher Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro
record_format Article
series JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)
spelling doaj-art-16256d5040a44ceb9fb69ddd60bb9d452025-08-20T02:38:06ZengFakultas Kedokteran, Universitas DiponegoroJAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)2337-51242089-970X2023-11-0115321422110.14710/jai.v0i0.5628623075Perbandingan Luaran Penggunaan Protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) dengan Perawatan Perioperatif Konvensional pada Pembedahan Umum di RSUP H. Adam Malik MedanMoch. Iqbal Saputra0Qadri Fauzi Tanjung1Tasrif Hamdi2Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara/RSUP H. Adam Malik, Medan, IndonesiaDepartemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara/RSUP H. Adam Malik, Medan, IndonesiaDepartemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara/RSUP H. Adam Malik, Medan, IndonesiaLatar Belakang: Protokol enhanced recovery after surgery (ERAS) merupakan kondisi pemulihan yang lebih cepat setelah operasi dan anestesi. Semua elemen ERAS secara terpisah telah terbukti meningkatkan luaran pasien. Di Indonesia, beberapa pusat pendidikan telah menggunakan ERAS sebagai protokol dalam penatalaksanaan perioperatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbandingan luaran antara penerapan protokol ERAS dengan perawatan perioperatif konvensional pada pembedahan umum. Metode: Penelitian prospektif analitik dengan metode case control ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan pada bulan Agustus sampai November 2022. Sampel adalah pasien berusia antara 18 sampai 65 tahun yang menjalani operasi elektif digestif dan ginekologi dengan anestesi umum. Pasien yang dirawat di intensive care unit (ICU) dan pasien relaparotomi dieksklusi dari penelitian. Subjek secara acak dibagi menjadi 2 kelompok: subjek pada kelompok ERAS akan menerima perlakuan protokol ERAS pada periode perioperatif, sedangkan kelompok konvensional menjalani persiapan perioperatif seperti biasa. Luaran yang dinilai dalam penelitian ini adalah skala nyeri pascaoperasi, kejadian post operative nausea and vomiting (PONV), waktu mobilisasi, waktu flatus, dan lama rawat. Hasil: Penelitian ini terdiri dari 2 kelompok dengan jumlah sampel sebanyak 23 pasien pada masing-masing kelompok. Berdasarkan jenis operasi, 29 (63%) sampel menjalani operasi pencernaan, dan 17 (37%) sampel menjalani operasi ginekologi. Terdapat perbedaan yang signifikan pada skala nyeri pascaoperasi, dengan rata-rata skor VAS 1,9 ± 0,7 (kelompok ERAS) dibandingkan dengan 2,5 ± 0,8 (kelompok konvensional), p = 0,034. Luaran waktu mobilisasi yang dibutuhkan pasien untuk dapat duduk di tempat tidur adalah 26,17 ± 4,05 jam pada kelompok ERAS dan 38,91 ± 16,53 jam pada kelompok konvensional (p = 0,01). Selanjutnya, lama rawat lebih pendek pada kelompok protokol ERAS, 7,25 ± 2,2 hari dibandingkan 10,5 ± 3,6 hari pada kelompok konvensional (p = 0,0001). Kesimpulan: Implementasi protokol ERAS memberikan hasil pascaoperasi yang lebih baik daripada perawatan konvensional pada pasien yang menjalani operasi pencernaan dan ginekologi.https://ejournal.undip.ac.id/index.php/janesti/article/view/56286digestiferasginekologilama rawatperawatan konvensionalponvvas
spellingShingle Moch. Iqbal Saputra
Qadri Fauzi Tanjung
Tasrif Hamdi
Perbandingan Luaran Penggunaan Protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) dengan Perawatan Perioperatif Konvensional pada Pembedahan Umum di RSUP H. Adam Malik Medan
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)
digestif
eras
ginekologi
lama rawat
perawatan konvensional
ponv
vas
title Perbandingan Luaran Penggunaan Protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) dengan Perawatan Perioperatif Konvensional pada Pembedahan Umum di RSUP H. Adam Malik Medan
title_full Perbandingan Luaran Penggunaan Protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) dengan Perawatan Perioperatif Konvensional pada Pembedahan Umum di RSUP H. Adam Malik Medan
title_fullStr Perbandingan Luaran Penggunaan Protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) dengan Perawatan Perioperatif Konvensional pada Pembedahan Umum di RSUP H. Adam Malik Medan
title_full_unstemmed Perbandingan Luaran Penggunaan Protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) dengan Perawatan Perioperatif Konvensional pada Pembedahan Umum di RSUP H. Adam Malik Medan
title_short Perbandingan Luaran Penggunaan Protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) dengan Perawatan Perioperatif Konvensional pada Pembedahan Umum di RSUP H. Adam Malik Medan
title_sort perbandingan luaran penggunaan protokol enhanced recovery after surgery eras dengan perawatan perioperatif konvensional pada pembedahan umum di rsup h adam malik medan
topic digestif
eras
ginekologi
lama rawat
perawatan konvensional
ponv
vas
url https://ejournal.undip.ac.id/index.php/janesti/article/view/56286
work_keys_str_mv AT mochiqbalsaputra perbandinganluaranpenggunaanprotokolenhancedrecoveryaftersurgeryerasdenganperawatanperioperatifkonvensionalpadapembedahanumumdirsuphadammalikmedan
AT qadrifauzitanjung perbandinganluaranpenggunaanprotokolenhancedrecoveryaftersurgeryerasdenganperawatanperioperatifkonvensionalpadapembedahanumumdirsuphadammalikmedan
AT tasrifhamdi perbandinganluaranpenggunaanprotokolenhancedrecoveryaftersurgeryerasdenganperawatanperioperatifkonvensionalpadapembedahanumumdirsuphadammalikmedan