PARADIGMA BARU FIQH PEREMPUAN (Studi Analisis atas Gender Mainstreaming Omid Safi dalam Agenda Muslim Progressive)
Omid Safi dan kawan-kawan dengan label Muslim<br />Progressive mengusung tiga agenda besar, yakni<br />mewujudkan keadilan sosial, kesetaraan jender, dan<br />pemahaman terhadap pluralisme. Dengan metode multiple<br />critique, Omid Safi mengkritisi kejumudan para ultra<br...
Saved in:
| Main Author: | |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Arabic |
| Published: |
Fakultas Syariah IAIN Madura
2014-10-01
|
| Series: | Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial |
| Online Access: | http://ejournal.stainpamekasan.ac.id/index.php/alihkam/article/view/349 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850247303918518272 |
|---|---|
| author | Mohammad Thoha |
| author_facet | Mohammad Thoha |
| author_sort | Mohammad Thoha |
| collection | DOAJ |
| description | Omid Safi dan kawan-kawan dengan label Muslim<br />Progressive mengusung tiga agenda besar, yakni<br />mewujudkan keadilan sosial, kesetaraan jender, dan<br />pemahaman terhadap pluralisme. Dengan metode multiple<br />critique, Omid Safi mengkritisi kejumudan para ultra<br />Konservatif yang selalu menyalahkan Yahudi, Kristen, dan<br />bahkan umat Muslim yang tidak sepaham dengan mereka.<br />Demikian pula kritik di sisi ini diarahkan kepada kaum neo<br />Konservatif yang menjadikan teks begitu kaku dan rigit<br />serta ditafsirkan apa adanya. Sementara di sisi lain Muslim<br />Progressive juga mengkritisi kaum Muslim liberal yang<br />menjadikan modernitas sebagai kiblat utama tujuan hidup<br />mereka dengan mengenyampingkan tradisi keislaman<br />sebagai landasan moral dan pikiran. Muslim Progressive<br />digagas untuk mengawinkan kedua sisi tersebut. Tulisan<br />ini menampilkan tawaran Muslim Progressive dalam agenda<br />kesetaraan jender, yang menekankan pada paradigm baru<br />fiqh perempuan. Muslim Progressive memaknai fiqh sebagai<br />interpretasi syari’ah. Dengan demikian, fiqh harus<br />diformulasikan sesuai dan seimbang dengan tuntutan<br />zaman. Teks al-Qur’an dan Sunnah yang dijadikan landasan<br />lahirnya produk fiqh tidak harus dipahami sebagaimana<br />fuqahâ` memahaminya saat itu. Perkembangan zaman,<br />kebutuhan, dan tujuan semestinya senantiasa menjadi ‘illah<br />yang menyertai perumusan hukum saat ini. |
| format | Article |
| id | doaj-art-14547fd13efd4fa1aa1c1326e11520d4 |
| institution | OA Journals |
| issn | 1907-591X 2442-3084 |
| language | Arabic |
| publishDate | 2014-10-01 |
| publisher | Fakultas Syariah IAIN Madura |
| record_format | Article |
| series | Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial |
| spelling | doaj-art-14547fd13efd4fa1aa1c1326e11520d42025-08-20T01:58:59ZaraFakultas Syariah IAIN MaduraAl-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial1907-591X2442-30842014-10-018222624410.19105/al-ihkam.v8i2.349349PARADIGMA BARU FIQH PEREMPUAN (Studi Analisis atas Gender Mainstreaming Omid Safi dalam Agenda Muslim Progressive)Mohammad Thoha0Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, jln. A. Yani 117 SurabayaOmid Safi dan kawan-kawan dengan label Muslim<br />Progressive mengusung tiga agenda besar, yakni<br />mewujudkan keadilan sosial, kesetaraan jender, dan<br />pemahaman terhadap pluralisme. Dengan metode multiple<br />critique, Omid Safi mengkritisi kejumudan para ultra<br />Konservatif yang selalu menyalahkan Yahudi, Kristen, dan<br />bahkan umat Muslim yang tidak sepaham dengan mereka.<br />Demikian pula kritik di sisi ini diarahkan kepada kaum neo<br />Konservatif yang menjadikan teks begitu kaku dan rigit<br />serta ditafsirkan apa adanya. Sementara di sisi lain Muslim<br />Progressive juga mengkritisi kaum Muslim liberal yang<br />menjadikan modernitas sebagai kiblat utama tujuan hidup<br />mereka dengan mengenyampingkan tradisi keislaman<br />sebagai landasan moral dan pikiran. Muslim Progressive<br />digagas untuk mengawinkan kedua sisi tersebut. Tulisan<br />ini menampilkan tawaran Muslim Progressive dalam agenda<br />kesetaraan jender, yang menekankan pada paradigm baru<br />fiqh perempuan. Muslim Progressive memaknai fiqh sebagai<br />interpretasi syari’ah. Dengan demikian, fiqh harus<br />diformulasikan sesuai dan seimbang dengan tuntutan<br />zaman. Teks al-Qur’an dan Sunnah yang dijadikan landasan<br />lahirnya produk fiqh tidak harus dipahami sebagaimana<br />fuqahâ` memahaminya saat itu. Perkembangan zaman,<br />kebutuhan, dan tujuan semestinya senantiasa menjadi ‘illah<br />yang menyertai perumusan hukum saat ini.http://ejournal.stainpamekasan.ac.id/index.php/alihkam/article/view/349 |
| spellingShingle | Mohammad Thoha PARADIGMA BARU FIQH PEREMPUAN (Studi Analisis atas Gender Mainstreaming Omid Safi dalam Agenda Muslim Progressive) Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial |
| title | PARADIGMA BARU FIQH PEREMPUAN (Studi Analisis atas Gender Mainstreaming Omid Safi dalam Agenda Muslim Progressive) |
| title_full | PARADIGMA BARU FIQH PEREMPUAN (Studi Analisis atas Gender Mainstreaming Omid Safi dalam Agenda Muslim Progressive) |
| title_fullStr | PARADIGMA BARU FIQH PEREMPUAN (Studi Analisis atas Gender Mainstreaming Omid Safi dalam Agenda Muslim Progressive) |
| title_full_unstemmed | PARADIGMA BARU FIQH PEREMPUAN (Studi Analisis atas Gender Mainstreaming Omid Safi dalam Agenda Muslim Progressive) |
| title_short | PARADIGMA BARU FIQH PEREMPUAN (Studi Analisis atas Gender Mainstreaming Omid Safi dalam Agenda Muslim Progressive) |
| title_sort | paradigma baru fiqh perempuan studi analisis atas gender mainstreaming omid safi dalam agenda muslim progressive |
| url | http://ejournal.stainpamekasan.ac.id/index.php/alihkam/article/view/349 |
| work_keys_str_mv | AT mohammadthoha paradigmabarufiqhperempuanstudianalisisatasgendermainstreamingomidsafidalamagendamuslimprogressive |