Metafora zakat dan shari’ah enterprise theory sebagai konsep dasar dalam membentuk akuntansi syari’ah

Wacana akuntansi syari’ah termasuk masih infant.  Konsep-konsep filosofis dalam konteks bisnis, ekonomi, etika, masyarakat, dan agama telah dibicarakan.  Namun, untuk pengembangan yang lebih konkrit diperlukan derivasi dari konsep-konsep tersebut di atas.  Untuk itu, makalah ini bertujuan untuk men...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Iwan Setya Triyuwono
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Islam Indonesia 2018-09-01
Series:Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia
Subjects:
Online Access:https://journal.uii.ac.id/JAAI/article/view/11345
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Wacana akuntansi syari’ah termasuk masih infant.  Konsep-konsep filosofis dalam konteks bisnis, ekonomi, etika, masyarakat, dan agama telah dibicarakan.  Namun, untuk pengembangan yang lebih konkrit diperlukan derivasi dari konsep-konsep tersebut di atas.  Untuk itu, makalah ini bertujuan untuk mendiskusikan konsep metafora zakat dan shari’ah enterprise theory yang merupakan bentuk lebih konkrit dari konsep filosofis akuntansi syari’ah. Dengan pendekatan deskripsi-kualitatif-normatif, makalah ini mencoba memformulasikan konsep shari’ah enterprise theory.  Konsep ini diturunkan dari konsep filosofis “metafora amanah” yang kemudian diturunkan lagi menjadi “metafora zakat.” Dari hasil analisis dapat diformulasikan bahwa shari’ah enterprise theory berorientasi pada pemberian informasi pada stakeholders dan natural environment sebagai wujud pertanggungjawaban pada Tuhan, manusia, dan lingkungan alam.  Stakeholders di sini dibedakan dua golongan, yaitu: direct stakeholders yang memberikan kontribusi langsung pada perusahaan (seperti: pemegang saham, manajemen, karyawan, kreditor, dan lain-lainnya) dan indirect stakeholders yang tidak memberikan kontribusi pada perusahaan (seperti: fakir, miskin, dan lain-lainnya).
ISSN:1410-2420
2528-6528