Kesiapan Pustakawan dalam Kolaborasi Penelitian di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristek/BRIN

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kondisi dan potensi kesiapan pustakawan dalam kolaborasi penelitian; (2) mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat kesiapan pustakawan dalam kolaborasi penelitian; (3) mendeskripsikan mekanisme pelaksanaan kolaborasi penelitian pusta...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Wahid Nashihuddin
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Diponegoro 2021-12-01
Series:Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan
Subjects:
Online Access:https://ejournal.undip.ac.id/index.php/lpustaka/article/view/39506
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kondisi dan potensi kesiapan pustakawan dalam kolaborasi penelitian; (2) mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat kesiapan pustakawan dalam kolaborasi penelitian; (3) mendeskripsikan mekanisme pelaksanaan kolaborasi penelitian pustakawan di lembaga litbang Kemenristek/BRIN. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif – kualitatif. Analisis data menggunakan faktor-faktor kontekstual kesiapan organisasi untuk perubahan dari Weiner (2009), yaitu: budaya organisasi, kebijakan dan prosedur, pengalaman masa lalu, sumber daya organisasi, dan struktur organisasi. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi secara online via-WhatsApp, Zoom, dan email. Informan penelitian ini yaitu pustakawan di lembaga litbang Kemenristek/BRIN, yaitu LIPI (7 orang), BPPT (6 orang), BATAN (6 orang), dan LAPAN (6 orang). Teknik analisis dan uji keabsahan data menggunakan triangulasi dan member checking. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) lembaga litbang Kemenristek/BRIN (LIPI, BPPT, BATAN, LAPAN) memiliki kemampuan terbatas dalam mendukung kolaborasi penelitian pustakawan, khususnya di kebijakan & prosedur, dan struktur organisasi; (2) pustakawan mengalami hambatan kolaborasi penelitian, seperti kurangnya dukungan organisasi dan faktor situasional (beban penugasan pekerjaaan rutin pustakawan, ego-penulis, kurangnya kompetensi riset, kurangnya kerjasama penelitian dengan pihak eksternal, dan wabah pandemi Covid-19; (3) LIPI merupakan organisasi yang memiliki potensi kesiapan paling tinggi sehingga potensi kesiapan pustakawannya “sangat siap” untuk melakukan kolaborasi penelitian; (4) kolaborasi penelitian pustakawan dilakukan secara bebas karena kebijakan dan prosedur penelitian bidang kepustakawaan belum ada secara tertulis. Penelitian ini bermanfaat untuk bahan intropeksi diri pustakawan dan bahan evaluasi organisasi dalam implementasi kolaborasi penelitian bidang kepustakawanan di lembaga litbang Kemenristek/BRIN.
ISSN:2302-4666
2540-9638