HUBUNGAN KADAR CARCINOEMBRYONIC ANTIGEN (CEA) DAN ALBUMIN SERUM DENGAN LOKASI KANKER KOLOREKTAL STUDI KASUS DI RSUP DR. KARIADI

Latar belakang : Kolonoskopi masih menjadi alat deteksi utama untuk mengetahui lokasi kanker kolorektal. Diperlukan pemantuan petanda yang tidak invasif untuk membantu mengetahui lokasi kanker kolorektal. Kadar Carcinoembryonic antigen (CEA) dan albumin pada pasien kanker kolorektal dapat digunakan...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Fathoni Ridwan Permana, B. Parish Budiono, Helmia Farida
Format: Article
Language:English
Published: Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro 2016-11-01
Series:Jurnal Kedokteran Diponegoro
Subjects:
Online Access:https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/14428
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Latar belakang : Kolonoskopi masih menjadi alat deteksi utama untuk mengetahui lokasi kanker kolorektal. Diperlukan pemantuan petanda yang tidak invasif untuk membantu mengetahui lokasi kanker kolorektal. Kadar Carcinoembryonic antigen (CEA) dan albumin pada pasien kanker kolorektal dapat digunakan sebagai petanda lokasi dan prognosis. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kadar carcinoembryonic antigen (CEA) dan albumin serum dengan lokasi kanker kolorektal. Metode Penelitian : ini merupakan penelitian observasional dengan desain belah lintang. Data didapatkan dari rekam medik pasien kanker kolorektal di RSUP Dr. Kariadi dari Januari 2012-Desember 2015. Sejumlah 63 pasien menjadi subyek penelitian. Kadar CEA dan albumin dilihat dari hasil pemeriksaan laboratorium darah sebelum terapi. Lokasi tumor diketahui setelah pasien menjalani prosedur sigmoidoskopi atau kolonoskopi. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil : Subyek penelitian rerata berusia 50,50±13,69 tahun, dengan 49,2% pasien pria dan 50,8% wanita. Sebanyak 55,6% subyek penelitian mengalami peningkatan kadar CEA (>5 ng/mL). Sebanyak 52,4% subyek penelitian memiliki kadar albumin rendah, 46,0% memiliki kadar albumin normal, dan 1,6% memiliki kadar albumin tinggi. Lokasi tumor tersering berada di rektum (77,8%). Kadar CEA tidak berhubungan dengan lokasi tumor(rs = -0,019). Kadar albumin tidak berhubungan dengan lokasi tumor(rs= -0,060). Kadar CEA dan albumin tidak berhubungan dengan lokasi tumor(rs = -0,048). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan kadar CEA dan albumin dengan lokasi kanker kolorektal.
ISSN:2540-8844