Tentang Judul Itu... (Menyoal “Matinya” Ilmu Komunikasi)

Benarkah ilmu kommiikasi telah mati? Pertanyaan sederhana ini akan mengantar kita pada diskusi panjang yang pasti tidak akan mudah menghasilkan satu kesimpulan akhir. Argumentasi banal dan eksperimentatif tidak cukup diajukan karena menyangkut “vonis” hidup-mati bagi eksistensi suatu ilmu, jika tida...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Iwan Awaluddin Yusuf
Format: Article
Language:English
Published: Department of Communications, Universitas Islam Indonesia 2010-07-01
Series:Jurnal Komunikasi
Online Access:https://journal.uii.ac.id/jurnal-komunikasi/article/view/6542
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850230831625273344
author Iwan Awaluddin Yusuf
author_facet Iwan Awaluddin Yusuf
author_sort Iwan Awaluddin Yusuf
collection DOAJ
description Benarkah ilmu kommiikasi telah mati? Pertanyaan sederhana ini akan mengantar kita pada diskusi panjang yang pasti tidak akan mudah menghasilkan satu kesimpulan akhir. Argumentasi banal dan eksperimentatif tidak cukup diajukan karena menyangkut “vonis” hidup-mati bagi eksistensi suatu ilmu, jika tidak mau dikatakan judgement tergesa atau bahkan sekadar kritik Wise. Pertanyaan tentang masa depan ilmu komunikasi mengingatkan pada sebuah buku yang diterbitkan tahun 2006 karya St Tri Guntur Nurwaya beijudul Matinya Ilmu Komunikasi.
format Article
id doaj-art-09b2c4fbb12d40cb84ecc6248c6d9992
institution OA Journals
issn 1907-848X
2548-7647
language English
publishDate 2010-07-01
publisher Department of Communications, Universitas Islam Indonesia
record_format Article
series Jurnal Komunikasi
spelling doaj-art-09b2c4fbb12d40cb84ecc6248c6d99922025-08-20T02:03:43ZengDepartment of Communications, Universitas Islam IndonesiaJurnal Komunikasi1907-848X2548-76472010-07-01415841Tentang Judul Itu... (Menyoal “Matinya” Ilmu Komunikasi)Iwan Awaluddin Yusuf0Universitas Islam IndonesiaBenarkah ilmu kommiikasi telah mati? Pertanyaan sederhana ini akan mengantar kita pada diskusi panjang yang pasti tidak akan mudah menghasilkan satu kesimpulan akhir. Argumentasi banal dan eksperimentatif tidak cukup diajukan karena menyangkut “vonis” hidup-mati bagi eksistensi suatu ilmu, jika tidak mau dikatakan judgement tergesa atau bahkan sekadar kritik Wise. Pertanyaan tentang masa depan ilmu komunikasi mengingatkan pada sebuah buku yang diterbitkan tahun 2006 karya St Tri Guntur Nurwaya beijudul Matinya Ilmu Komunikasi. https://journal.uii.ac.id/jurnal-komunikasi/article/view/6542
spellingShingle Iwan Awaluddin Yusuf
Tentang Judul Itu... (Menyoal “Matinya” Ilmu Komunikasi)
Jurnal Komunikasi
title Tentang Judul Itu... (Menyoal “Matinya” Ilmu Komunikasi)
title_full Tentang Judul Itu... (Menyoal “Matinya” Ilmu Komunikasi)
title_fullStr Tentang Judul Itu... (Menyoal “Matinya” Ilmu Komunikasi)
title_full_unstemmed Tentang Judul Itu... (Menyoal “Matinya” Ilmu Komunikasi)
title_short Tentang Judul Itu... (Menyoal “Matinya” Ilmu Komunikasi)
title_sort tentang judul itu menyoal matinya ilmu komunikasi
url https://journal.uii.ac.id/jurnal-komunikasi/article/view/6542
work_keys_str_mv AT iwanawaluddinyusuf tentangjudulitumenyoalmatinyailmukomunikasi