ANALISIS KOMPONEN WAKTU REAKSI ATLET BULUTANGKIS (STUDI PADA ATLET BULUTANGKIS DI SEMARANG)

Latar Belakang: Latihan rutin yang dilakukan oleh para atlet bulutangkis akan meningkatkan komponen fisik yaitu kecepatan yang ditunjukkan melalui waktu reaksi. Metode yang digunakan untuk mengukur waktu reaksi yaitu ruler drop test, ruler drop test dengan selubung dan computerized reaction time. T...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Amitya Ekacitta Anindita, Tanjung Ayu Sumekar, Yuswo Supatmo
Format: Article
Language:English
Published: Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro 2017-06-01
Series:Jurnal Kedokteran Diponegoro
Subjects:
Online Access:https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/18541
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Latar Belakang: Latihan rutin yang dilakukan oleh para atlet bulutangkis akan meningkatkan komponen fisik yaitu kecepatan yang ditunjukkan melalui waktu reaksi. Metode yang digunakan untuk mengukur waktu reaksi yaitu ruler drop test, ruler drop test dengan selubung dan computerized reaction time. Tujuan: Membuktikan latihan bulutangkis berpengaruh terhadap waktu reaksi atlet. Metode: Penelitian analitik observasional dengan rancangan belah lintangdilaksanakan di Fakultas Kedokteran Jurusan Kedokteran Umum Universitas Diponegoro dan UKM Bulutangkis Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Sampel penelitian terdapat dua kelompok yang terdiri dari atlet dan non-atlet yang berjumlah 16 orang pada masing-masing kelompok. Dua kelompok diukur waktu reaksinya menggunakan metode pemeriksaan ruler drop test, ruler drop test  dengan selubung dan computerized reaction time. Hasil: Rerata waktu reaksi kelompok non-atlet yang diukur dengan ruler drop test  adalah 0,1 ± 0,03 detik, sedangkan kelompok atlet adalah 0,1 ± 0,04 detik. Diukur dengan ruler drop test dengan selubung rerata waktu reaksi kelompok non atlet sebesar 0,2 ± 0,03 detik dan rerata kelompok atlet 0,2 ± 0,03 detik. Rerata waktu reaksi kelompok non atlet yang diukur dengan computerized reaction time adalah 0,3 ± 0,03 detik, sedangkan kelompok atlet adalah 0,2 ± 0,05 detik. Berdasarkan hasil tersebut hanya metode computerized reaction time yang memiliki perbedaan bermakna p=0,03 (p<0,05). Kesimpulan: Latihan dapat meningkatkan waktu reaksi secara bermakna. Tidak terdapat perbedaan waktu reaksi bermakna yang diukur dengan metode pemeriksaan ruler drop test, ruler drop test dengan selubung dan computerized reaction time.
ISSN:2540-8844