Prevalensi Gangguan Serum Elektrolit pada Anak Usia Bawah Lima Tahun dengan Gizi Buruk di Rumah Sakit Ngoerah

Latar belakang. Gizi buruk pada anak bawah lima tahun (balita) masih menjadi beban di negara berkembang. Anak balita gizi buruk perlu menjalani pemeriksaan lengkap secara klinis dan laboratoris untuk mengidentifikasi ada tidaknya tanda bahaya atau komplikasinya. Tujuan. Untuk mengetahui prevalens g...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: I Gusti Lanang Sidiartha, I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi, Wega Upendra Sindhughosa, I Gusti Ayu Dian Noviyani Sidiartha
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia 2025-04-01
Series:Sari Pediatri
Subjects:
Online Access:https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/2687
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849324274722013184
author I Gusti Lanang Sidiartha
I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi
Wega Upendra Sindhughosa
I Gusti Ayu Dian Noviyani Sidiartha
author_facet I Gusti Lanang Sidiartha
I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi
Wega Upendra Sindhughosa
I Gusti Ayu Dian Noviyani Sidiartha
author_sort I Gusti Lanang Sidiartha
collection DOAJ
description Latar belakang. Gizi buruk pada anak bawah lima tahun (balita) masih menjadi beban di negara berkembang. Anak balita gizi buruk perlu menjalani pemeriksaan lengkap secara klinis dan laboratoris untuk mengidentifikasi ada tidaknya tanda bahaya atau komplikasinya. Tujuan. Untuk mengetahui prevalens gangguan serum elektrolit anak balita dengan gizi buruk dan karakteristiknya. Metode. Penetilian retrospektif dengan rancangan cross-sectional menggunakan data rekam medis pasien. Kriteria gizi buruk adalah berat menurut panjang atau tinggi badan < -3 SD menurut standar WHO. Hubungan antara variabel diuji dengan uji chi-square. Hasil. Jumlah pasien yang memenuhi kriteria adalah 94 pasien, terdiri dari 56 laki (59,6%) dan 38 perempuan (40,4%), 22,3% usia dibawah 6 bulan dan 77,7% usia 6 bulan keatas. Prevalensi hiponatremia, hipokalemia, hipokalsemia dan hipokloridemia masing-masing 64,9%, 26,6%, 52,1% dan 60,6%. Gangguan elektrolit kalium signifikans lebih tinggi pada usia dibawah 6 bulan (p=0,011), sedangkan gangguan elektrolit kalsium signifikans lebih tinggi pada usia 6-59 bulan (p=042). Kesimpulan. Anak balita dengan gizi buruk mayoritas mengalami hiponatremia dan hipokalsemia. Gangguan kalium signifikans lebih tinggi pada anak gizi buruk usia dibawah 6 bulan, sedangkan gangguan kalsium signifikans lebih tinggi pada usia 6-59 bulan.
format Article
id doaj-art-0633d5ab14bc46b8a9c33dc662728db9
institution Kabale University
issn 0854-7823
2338-5030
language Indonesian
publishDate 2025-04-01
publisher Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
record_format Article
series Sari Pediatri
spelling doaj-art-0633d5ab14bc46b8a9c33dc662728db92025-08-20T03:48:46ZindBadan Penerbit Ikatan Dokter Anak IndonesiaSari Pediatri0854-78232338-50302025-04-01266364910.14238/sp26.6.2025.364-91544Prevalensi Gangguan Serum Elektrolit pada Anak Usia Bawah Lima Tahun dengan Gizi Buruk di Rumah Sakit NgoerahI Gusti Lanang Sidiartha0I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi1Wega Upendra Sindhughosa2I Gusti Ayu Dian Noviyani Sidiartha3Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD - RSUP Prof. NgoerahDivisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Prof. NgoerahNutrisi dan Penyakit MetabolikIlmu Kesehatan AnakLatar belakang. Gizi buruk pada anak bawah lima tahun (balita) masih menjadi beban di negara berkembang. Anak balita gizi buruk perlu menjalani pemeriksaan lengkap secara klinis dan laboratoris untuk mengidentifikasi ada tidaknya tanda bahaya atau komplikasinya. Tujuan. Untuk mengetahui prevalens gangguan serum elektrolit anak balita dengan gizi buruk dan karakteristiknya. Metode. Penetilian retrospektif dengan rancangan cross-sectional menggunakan data rekam medis pasien. Kriteria gizi buruk adalah berat menurut panjang atau tinggi badan < -3 SD menurut standar WHO. Hubungan antara variabel diuji dengan uji chi-square. Hasil. Jumlah pasien yang memenuhi kriteria adalah 94 pasien, terdiri dari 56 laki (59,6%) dan 38 perempuan (40,4%), 22,3% usia dibawah 6 bulan dan 77,7% usia 6 bulan keatas. Prevalensi hiponatremia, hipokalemia, hipokalsemia dan hipokloridemia masing-masing 64,9%, 26,6%, 52,1% dan 60,6%. Gangguan elektrolit kalium signifikans lebih tinggi pada usia dibawah 6 bulan (p=0,011), sedangkan gangguan elektrolit kalsium signifikans lebih tinggi pada usia 6-59 bulan (p=042). Kesimpulan. Anak balita dengan gizi buruk mayoritas mengalami hiponatremia dan hipokalsemia. Gangguan kalium signifikans lebih tinggi pada anak gizi buruk usia dibawah 6 bulan, sedangkan gangguan kalsium signifikans lebih tinggi pada usia 6-59 bulan.https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/2687hipokalemiahipokalsemiahiponatremia
spellingShingle I Gusti Lanang Sidiartha
I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi
Wega Upendra Sindhughosa
I Gusti Ayu Dian Noviyani Sidiartha
Prevalensi Gangguan Serum Elektrolit pada Anak Usia Bawah Lima Tahun dengan Gizi Buruk di Rumah Sakit Ngoerah
Sari Pediatri
hipokalemia
hipokalsemia
hiponatremia
title Prevalensi Gangguan Serum Elektrolit pada Anak Usia Bawah Lima Tahun dengan Gizi Buruk di Rumah Sakit Ngoerah
title_full Prevalensi Gangguan Serum Elektrolit pada Anak Usia Bawah Lima Tahun dengan Gizi Buruk di Rumah Sakit Ngoerah
title_fullStr Prevalensi Gangguan Serum Elektrolit pada Anak Usia Bawah Lima Tahun dengan Gizi Buruk di Rumah Sakit Ngoerah
title_full_unstemmed Prevalensi Gangguan Serum Elektrolit pada Anak Usia Bawah Lima Tahun dengan Gizi Buruk di Rumah Sakit Ngoerah
title_short Prevalensi Gangguan Serum Elektrolit pada Anak Usia Bawah Lima Tahun dengan Gizi Buruk di Rumah Sakit Ngoerah
title_sort prevalensi gangguan serum elektrolit pada anak usia bawah lima tahun dengan gizi buruk di rumah sakit ngoerah
topic hipokalemia
hipokalsemia
hiponatremia
url https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/2687
work_keys_str_mv AT igustilanangsidiartha prevalensigangguanserumelektrolitpadaanakusiabawahlimatahundengangiziburukdirumahsakitngoerah
AT igustiayuputuekapratiwi prevalensigangguanserumelektrolitpadaanakusiabawahlimatahundengangiziburukdirumahsakitngoerah
AT wegaupendrasindhughosa prevalensigangguanserumelektrolitpadaanakusiabawahlimatahundengangiziburukdirumahsakitngoerah
AT igustiayudiannoviyanisidiartha prevalensigangguanserumelektrolitpadaanakusiabawahlimatahundengangiziburukdirumahsakitngoerah