Preferensi Atas Perumahan Berpagar di Wilayah Jabodetabek
Perkembangan perumahan berpagar di wilayah metropolitan Jabodetabek terlihat dari tingginya permintaan atas hal tersebut. Namun, perumahan berpagar mencerminkan bentuk segregasi spasial yang berkontribusi terhadap segregasi sosial yang makin meluas. Tren ini bertentangan dengan tujuan pembangunan pe...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Diponegoro University
2024-11-01
|
| Series: | Tataloka |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/tataloka/article/view/17234 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850177096397094912 |
|---|---|
| author | Gita Safitri Hanny Wahidin Wiranegara Yayat Supriyatna |
| author_facet | Gita Safitri Hanny Wahidin Wiranegara Yayat Supriyatna |
| author_sort | Gita Safitri |
| collection | DOAJ |
| description | Perkembangan perumahan berpagar di wilayah metropolitan Jabodetabek terlihat dari tingginya permintaan atas hal tersebut. Namun, perumahan berpagar mencerminkan bentuk segregasi spasial yang berkontribusi terhadap segregasi sosial yang makin meluas. Tren ini bertentangan dengan tujuan pembangunan perumahan, yaitu menciptakan komunitas yang kohesif. Tujuan studi ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi pemilihan perumahan berpagar. Terdapat tiga tipe perumahan berpagar di wilayah Jabodetabek: single-gated community, clustered gated community, dan private city. Pengumpulan data menggunakan metode survei kuesioner dengan menggunakan Skala Likert dengan sampel 100 responden. Teknik analisis menggunakan Regresi Linier Berganda. Responden berasal dari tiga kategori perumahan berpagar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lokasi dan aksesibilitas, kontrol keamanan di tingkat cluster, dan fisik rumah berpengaruh signifikan pada preferensi penghuni pada tiga tipe komunitas berpagar di wilayah ini. Berdasarkan preferensi responden, tipe private cities adalah yang paling tinggi. Dalam mengurangi segregasi sosial melalui pembangunan tipe ini perlu dipertimbangkan penyediaan diversifikasi tipe rumah dan penyediaan fasilitas dan ruang komunal yang lebih luas agar menarik penduduk dari berbagai latar belakang. |
| format | Article |
| id | doaj-art-0438970f1f24405bbd6fe489ef8a27fe |
| institution | OA Journals |
| issn | 0852-7458 2356-0266 |
| language | English |
| publishDate | 2024-11-01 |
| publisher | Diponegoro University |
| record_format | Article |
| series | Tataloka |
| spelling | doaj-art-0438970f1f24405bbd6fe489ef8a27fe2025-08-20T02:19:04ZengDiponegoro UniversityTataloka0852-74582356-02662024-11-0126424124910.14710/tataloka.26.4.241-2499040Preferensi Atas Perumahan Berpagar di Wilayah JabodetabekGita Safitri0https://orcid.org/0000-0002-0237-4204Hanny Wahidin Wiranegara1https://orcid.org/0000-0002-0237-4204Yayat Supriyatna2Universitas Trisakti, IndonesiaUniversitas Trisakti, IndonesiaUniversitas Trisakti, IndonesiaPerkembangan perumahan berpagar di wilayah metropolitan Jabodetabek terlihat dari tingginya permintaan atas hal tersebut. Namun, perumahan berpagar mencerminkan bentuk segregasi spasial yang berkontribusi terhadap segregasi sosial yang makin meluas. Tren ini bertentangan dengan tujuan pembangunan perumahan, yaitu menciptakan komunitas yang kohesif. Tujuan studi ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi pemilihan perumahan berpagar. Terdapat tiga tipe perumahan berpagar di wilayah Jabodetabek: single-gated community, clustered gated community, dan private city. Pengumpulan data menggunakan metode survei kuesioner dengan menggunakan Skala Likert dengan sampel 100 responden. Teknik analisis menggunakan Regresi Linier Berganda. Responden berasal dari tiga kategori perumahan berpagar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lokasi dan aksesibilitas, kontrol keamanan di tingkat cluster, dan fisik rumah berpengaruh signifikan pada preferensi penghuni pada tiga tipe komunitas berpagar di wilayah ini. Berdasarkan preferensi responden, tipe private cities adalah yang paling tinggi. Dalam mengurangi segregasi sosial melalui pembangunan tipe ini perlu dipertimbangkan penyediaan diversifikasi tipe rumah dan penyediaan fasilitas dan ruang komunal yang lebih luas agar menarik penduduk dari berbagai latar belakang.https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/tataloka/article/view/17234jabodetabek, perumahan berpagar, preferensi hunian, segregasi |
| spellingShingle | Gita Safitri Hanny Wahidin Wiranegara Yayat Supriyatna Preferensi Atas Perumahan Berpagar di Wilayah Jabodetabek Tataloka jabodetabek, perumahan berpagar, preferensi hunian, segregasi |
| title | Preferensi Atas Perumahan Berpagar di Wilayah Jabodetabek |
| title_full | Preferensi Atas Perumahan Berpagar di Wilayah Jabodetabek |
| title_fullStr | Preferensi Atas Perumahan Berpagar di Wilayah Jabodetabek |
| title_full_unstemmed | Preferensi Atas Perumahan Berpagar di Wilayah Jabodetabek |
| title_short | Preferensi Atas Perumahan Berpagar di Wilayah Jabodetabek |
| title_sort | preferensi atas perumahan berpagar di wilayah jabodetabek |
| topic | jabodetabek, perumahan berpagar, preferensi hunian, segregasi |
| url | https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/tataloka/article/view/17234 |
| work_keys_str_mv | AT gitasafitri preferensiatasperumahanberpagardiwilayahjabodetabek AT hannywahidinwiranegara preferensiatasperumahanberpagardiwilayahjabodetabek AT yayatsupriyatna preferensiatasperumahanberpagardiwilayahjabodetabek |