Hubungan Dukungan Sosial Dengan Disregulasi Emosi Pada Remaja
Prevalensi gangguan mental emosional pada usia remaja di Jawa Barat mencapai 12,11%. Gangguan mental emosional dapat berdampak pada kesehatan secara utuh. Dukungan sosial dapat menjadi faktor penting yang dapat yang berpengaruh terhadap regulasi emosi pada remaja. Penelitian ini ditujukan untuk men...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Universitas 'Aisyiyah Bandung
2024-12-01
|
| Series: | Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://journal.unisa-bandung.ac.id/index.php/jka/article/view/542 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1849412409062588416 |
|---|---|
| author | Puji Nurfauziatul Hasanah Aina Putri Nur Rahmah Achyar Effendi |
| author_facet | Puji Nurfauziatul Hasanah Aina Putri Nur Rahmah Achyar Effendi |
| author_sort | Puji Nurfauziatul Hasanah |
| collection | DOAJ |
| description |
Prevalensi gangguan mental emosional pada usia remaja di Jawa Barat mencapai 12,11%. Gangguan mental emosional dapat berdampak pada kesehatan secara utuh. Dukungan sosial dapat menjadi faktor penting yang dapat yang berpengaruh terhadap regulasi emosi pada remaja. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan disregulasi emosi pada remaja. Pada penelitian ini digunakan rancangan crosssectional melibatkan 177 sampel remaja menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner The Multidimentional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dan Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS). Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chisquare. Hasil menunjukkan bahwa remaja sebagian besar remaja memiliki disregulasi emosi sebesar 79,7% dan lebih dari setengahnya mendapatkan dukungan sosial sedang sebesar 50,3%. Hasil penelitian ini didapatkan p-value = 0,003 (<0,05) yang menunjukan bahwa terdapat hubungan dukungan sosial dengan kejadian disregulasi emosi pada remaja. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan dukungan sosial dengan disregulasi emosi pada remaja. Upaya pencegahan dan penanganan disregulasi emosi yang dapat berkembang menjadi patologis yang dapat dilakukan sebagai perawat adalah melakukan kolaborasi dengan pihak sekolah, orang tua, dan ahli psikologi dalam mengembangkan program bimbingan konseling dan pendidikan kesehatan mental yang bertujuan untuk deteksi dini dan meningkatkan kesehatan mental remaja.
|
| format | Article |
| id | doaj-art-040d1cc7970d4c7699498cda59b7cb34 |
| institution | Kabale University |
| issn | 2477-4405 |
| language | Indonesian |
| publishDate | 2024-12-01 |
| publisher | Universitas 'Aisyiyah Bandung |
| record_format | Article |
| series | Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah |
| spelling | doaj-art-040d1cc7970d4c7699498cda59b7cb342025-08-20T03:34:28ZindUniversitas 'Aisyiyah BandungJurnal Keperawatan 'Aisyiyah2477-44052024-12-0111210.33867/zc4y3d44Hubungan Dukungan Sosial Dengan Disregulasi Emosi Pada RemajaPuji Nurfauziatul Hasanah0Aina Putri Nur Rahmah1Achyar Effendi2Universitas Sebelas AprilFakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Sebelas AprilFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas April Prevalensi gangguan mental emosional pada usia remaja di Jawa Barat mencapai 12,11%. Gangguan mental emosional dapat berdampak pada kesehatan secara utuh. Dukungan sosial dapat menjadi faktor penting yang dapat yang berpengaruh terhadap regulasi emosi pada remaja. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan disregulasi emosi pada remaja. Pada penelitian ini digunakan rancangan crosssectional melibatkan 177 sampel remaja menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner The Multidimentional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dan Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS). Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chisquare. Hasil menunjukkan bahwa remaja sebagian besar remaja memiliki disregulasi emosi sebesar 79,7% dan lebih dari setengahnya mendapatkan dukungan sosial sedang sebesar 50,3%. Hasil penelitian ini didapatkan p-value = 0,003 (<0,05) yang menunjukan bahwa terdapat hubungan dukungan sosial dengan kejadian disregulasi emosi pada remaja. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan dukungan sosial dengan disregulasi emosi pada remaja. Upaya pencegahan dan penanganan disregulasi emosi yang dapat berkembang menjadi patologis yang dapat dilakukan sebagai perawat adalah melakukan kolaborasi dengan pihak sekolah, orang tua, dan ahli psikologi dalam mengembangkan program bimbingan konseling dan pendidikan kesehatan mental yang bertujuan untuk deteksi dini dan meningkatkan kesehatan mental remaja. https://journal.unisa-bandung.ac.id/index.php/jka/article/view/542Dukungan SosialGangguan Regulasi EmosiRemaja |
| spellingShingle | Puji Nurfauziatul Hasanah Aina Putri Nur Rahmah Achyar Effendi Hubungan Dukungan Sosial Dengan Disregulasi Emosi Pada Remaja Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Dukungan Sosial Gangguan Regulasi Emosi Remaja |
| title | Hubungan Dukungan Sosial Dengan Disregulasi Emosi Pada Remaja |
| title_full | Hubungan Dukungan Sosial Dengan Disregulasi Emosi Pada Remaja |
| title_fullStr | Hubungan Dukungan Sosial Dengan Disregulasi Emosi Pada Remaja |
| title_full_unstemmed | Hubungan Dukungan Sosial Dengan Disregulasi Emosi Pada Remaja |
| title_short | Hubungan Dukungan Sosial Dengan Disregulasi Emosi Pada Remaja |
| title_sort | hubungan dukungan sosial dengan disregulasi emosi pada remaja |
| topic | Dukungan Sosial Gangguan Regulasi Emosi Remaja |
| url | https://journal.unisa-bandung.ac.id/index.php/jka/article/view/542 |
| work_keys_str_mv | AT pujinurfauziatulhasanah hubungandukungansosialdengandisregulasiemosipadaremaja AT ainaputrinurrahmah hubungandukungansosialdengandisregulasiemosipadaremaja AT achyareffendi hubungandukungansosialdengandisregulasiemosipadaremaja |