Kajian Data Mining untuk Klasifikasi Gender Menggunakan Data Wajah dengan Algoritma Naive Bayes dan K Nearest Neighbor (KNN)

Identifikasi gender saat ini lebih sulit dilakukan. Penyebabnya antara lain banyaknya klasifikasi gender, penggunaan identitas palsu di media sosial dan semakin maraknya foto palsu. Peristiwa nyata yang terjadi adalah banyaknya klasifikasi di negara Thailand yang memiliki 18 gender. Peristiwa lainn...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Adittia Fathah, Christina Juliane
Format: Article
Language:Indonesian
Published: University of Brawijaya 2025-02-01
Series:Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Subjects:
Online Access:https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8724
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850155704801820672
author Adittia Fathah
Christina Juliane
author_facet Adittia Fathah
Christina Juliane
author_sort Adittia Fathah
collection DOAJ
description Identifikasi gender saat ini lebih sulit dilakukan. Penyebabnya antara lain banyaknya klasifikasi gender, penggunaan identitas palsu di media sosial dan semakin maraknya foto palsu. Peristiwa nyata yang terjadi adalah banyaknya klasifikasi di negara Thailand yang memiliki 18 gender. Peristiwa lainnya adalah penambahan gender “X” pada aplikasi permohonan passport di Amerika dan beredarnya foto palsu yang diedit dengan aplikasi FaceApp. Kejadian tersebut menyebabkan perlunya membuat model yang bisa melakukan klasifikasi gender agar gender asli dari seseorang bisa diketahui. Penelitian dilakukan dengan mencari model yang bisa mengklasifikasikan gender. Caranya adalah dengan membandingkan hasil akurasi dua algoritma yaitu Naïve Bayes dan KNN (K Nearest Neighbor). Metode yang digunakan mengikuti tahapan dalam KDD (Knowledge Discovery in Database). Atribut yang dipakai adalah bagian-bagian pada wajah yaitu lebar dahi, lebar hidung, panjang hidung, bibir dan jarak hidung ke bibir. Akurasi kedua algoritma diuji dengan metode Cross Validation dan Confusion Matrix. Tujuan penelitian ini adalah memastikan apakah atribut wajah dapat digunakan untuk klasifikasi gender serta menentukan model yang lebih baik antara Naïve Bayes atau KNN. Hasil pengujian menunjukkan, kedua algoritma memiliki akurasi yang sangat baik. Namun algoritma Naïve Bayes memiliki nillai AUC yang lebih tinggi yaitu 0,996 dibanding algoritma KNN yang memiliki nilai AUC sebesar 0,992. Berdasarkan nilai tersebut, atribut bagian-bagian pada wajah yaitu lebar dahi, lebar hidung, panjang hidung, bibir dan jarak hidung ke bibir dapat digunakan untuk klasifiikasi gender, karena bisa menghasilkan akurasi yang baik. Namun, model Naïve Bayes lebih direkomendasikan karena nilai akurasinya lebih tinggi dan stabil. 
format Article
id doaj-art-027c68a73b04457ca2d2ccd562fb2c9e
institution OA Journals
issn 2355-7699
2528-6579
language Indonesian
publishDate 2025-02-01
publisher University of Brawijaya
record_format Article
series Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
spelling doaj-art-027c68a73b04457ca2d2ccd562fb2c9e2025-08-20T02:24:49ZindUniversity of BrawijayaJurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer2355-76992528-65792025-02-0112110.25126/jtiik.20251218724Kajian Data Mining untuk Klasifikasi Gender Menggunakan Data Wajah dengan Algoritma Naive Bayes dan K Nearest Neighbor (KNN)Adittia Fathah0Christina Juliane1Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) LIKMI Bandung, BandungSekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) LIKMI Bandung, Bandung Identifikasi gender saat ini lebih sulit dilakukan. Penyebabnya antara lain banyaknya klasifikasi gender, penggunaan identitas palsu di media sosial dan semakin maraknya foto palsu. Peristiwa nyata yang terjadi adalah banyaknya klasifikasi di negara Thailand yang memiliki 18 gender. Peristiwa lainnya adalah penambahan gender “X” pada aplikasi permohonan passport di Amerika dan beredarnya foto palsu yang diedit dengan aplikasi FaceApp. Kejadian tersebut menyebabkan perlunya membuat model yang bisa melakukan klasifikasi gender agar gender asli dari seseorang bisa diketahui. Penelitian dilakukan dengan mencari model yang bisa mengklasifikasikan gender. Caranya adalah dengan membandingkan hasil akurasi dua algoritma yaitu Naïve Bayes dan KNN (K Nearest Neighbor). Metode yang digunakan mengikuti tahapan dalam KDD (Knowledge Discovery in Database). Atribut yang dipakai adalah bagian-bagian pada wajah yaitu lebar dahi, lebar hidung, panjang hidung, bibir dan jarak hidung ke bibir. Akurasi kedua algoritma diuji dengan metode Cross Validation dan Confusion Matrix. Tujuan penelitian ini adalah memastikan apakah atribut wajah dapat digunakan untuk klasifikasi gender serta menentukan model yang lebih baik antara Naïve Bayes atau KNN. Hasil pengujian menunjukkan, kedua algoritma memiliki akurasi yang sangat baik. Namun algoritma Naïve Bayes memiliki nillai AUC yang lebih tinggi yaitu 0,996 dibanding algoritma KNN yang memiliki nilai AUC sebesar 0,992. Berdasarkan nilai tersebut, atribut bagian-bagian pada wajah yaitu lebar dahi, lebar hidung, panjang hidung, bibir dan jarak hidung ke bibir dapat digunakan untuk klasifiikasi gender, karena bisa menghasilkan akurasi yang baik. Namun, model Naïve Bayes lebih direkomendasikan karena nilai akurasinya lebih tinggi dan stabil.  https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8724Data MiningKlasifikasiGenderWajahNaive BayesKNN
spellingShingle Adittia Fathah
Christina Juliane
Kajian Data Mining untuk Klasifikasi Gender Menggunakan Data Wajah dengan Algoritma Naive Bayes dan K Nearest Neighbor (KNN)
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Data Mining
Klasifikasi
Gender
Wajah
Naive Bayes
KNN
title Kajian Data Mining untuk Klasifikasi Gender Menggunakan Data Wajah dengan Algoritma Naive Bayes dan K Nearest Neighbor (KNN)
title_full Kajian Data Mining untuk Klasifikasi Gender Menggunakan Data Wajah dengan Algoritma Naive Bayes dan K Nearest Neighbor (KNN)
title_fullStr Kajian Data Mining untuk Klasifikasi Gender Menggunakan Data Wajah dengan Algoritma Naive Bayes dan K Nearest Neighbor (KNN)
title_full_unstemmed Kajian Data Mining untuk Klasifikasi Gender Menggunakan Data Wajah dengan Algoritma Naive Bayes dan K Nearest Neighbor (KNN)
title_short Kajian Data Mining untuk Klasifikasi Gender Menggunakan Data Wajah dengan Algoritma Naive Bayes dan K Nearest Neighbor (KNN)
title_sort kajian data mining untuk klasifikasi gender menggunakan data wajah dengan algoritma naive bayes dan k nearest neighbor knn
topic Data Mining
Klasifikasi
Gender
Wajah
Naive Bayes
KNN
url https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8724
work_keys_str_mv AT adittiafathah kajiandatamininguntukklasifikasigendermenggunakandatawajahdenganalgoritmanaivebayesdanknearestneighborknn
AT christinajuliane kajiandatamininguntukklasifikasigendermenggunakandatawajahdenganalgoritmanaivebayesdanknearestneighborknn