SEJARAH ISLAMISASI NUSANTARA MENURUT SYED NAQUIB AL-ATTHAS

Syed Muhammad al Naquib bin Ali bin Abdullah bin Muhsin al Attas adalah seorang cendekiawan dan filsuf muslim saat ini dari Malaysia. Ia menguasai teologi, filsafat, metafisika, sejarah, dan literatur. Ia juga menulis berbagai buku di bidang pemikiran dan peradaban Islam, khususnya tentang sufisme,...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Husairi Husairi
Format: Article
Language:English
Published: Program Studi Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah 2022-03-01
Series:Batuthah
Subjects:
Online Access:https://ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/batuthah/article/view/542
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Syed Muhammad al Naquib bin Ali bin Abdullah bin Muhsin al Attas adalah seorang cendekiawan dan filsuf muslim saat ini dari Malaysia. Ia menguasai teologi, filsafat, metafisika, sejarah, dan literatur. Ia juga menulis berbagai buku di bidang pemikiran dan peradaban Islam, khususnya tentang sufisme, kosmologi, filsafat, dan literatur Malaysia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka. Sedangkan pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan historis dan pendekatan sosiologis. Pendekatan tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan dan berusaha menelusuri asal-usul pertumbuhan Sejarah Islamisasi Nusantara Menurut Syed Naquib Al-Atthas secara kronologis. Islamisasi Nusantara menurut Syed Naquib Al-Atthasyaitu untuk mengukuhkan Islam pada jiwa masyarakat Nusantara dalam pandangan al-Attas membutuhkan proses panjang hingga beberapa abad. Proses tersebut sebut adalah Islamisasi, maksudnya adalah proses pengenalan, pemahaman, serta pengukuhan terhadap makna Islam yang sebanarnya sehingga melekat pada diri manusia. Islamisasi di sini merupakan perjuangan kaum sufi serta para muballig Islam dalam menyebarkan dan sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat Nusantara yang masih terpengaruhi oleh mitologi, alam seni, dan metafisika kabur. Para sufi, mendoktrin Islam dengan memperhatikan tingkat kemampuan masyarakat Nusantara. Islamisasi dalam gambaran al-Attas tersebut merupakan bentuk nyata, dan sampai saat ini masih dirasakan keberlanjutannya. Dengan metode sufistik tersebut, Islam bukan hanya sekdar doktrin melainkan telah menjadi bagian amalan utama bagi masyarakat Nusantara sekaligus meruntuhkan pengetahuan lama yang terpengaruh dengan mitologi sesat ke alam baru yang lebih rasional dan saintifik.
ISSN:2986-1691
2985-6477