Katekismus Heidelberg dan Yohanes Calvin
Studi pasca-Reformasi dapat didorong untuk menyelidiki sejauh mana teologi yang berkembang belakangan ini tetap setia pada ajaran para Reformator. Bahwa pada zaman berikutnya terjadi perkembangan teologi dibandingkan zaman sebelumnya, adalah sesuatu yang lumrah dan wajar. Pertanyaannya, apakah perk...
Saved in:
| Main Author: | |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Internasional
2025-04-01
|
| Series: | Verbum Christi |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://verbum.sttrii.ac.id/index.php/VC/article/view/262 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Studi pasca-Reformasi dapat didorong untuk menyelidiki sejauh mana teologi yang berkembang belakangan ini tetap setia pada ajaran para Reformator. Bahwa pada zaman berikutnya terjadi perkembangan teologi dibandingkan zaman sebelumnya, adalah sesuatu yang lumrah dan wajar. Pertanyaannya, apakah perkembangan ini merupakan perubahan yang substansial atau tidak? Artikel ini menyoroti perbedaan profil teologis antara Calvin dan Katekismus Heidelberg. Terdapat kontinuitas dari Calvin kepada Katekismus Heidelberg dalam beberapa aspek, sementara diskontinuitas juga ditemui pada perkembangan teologi yang nonsubstansial.
|
|---|---|
| ISSN: | 2355-6374 2745-6668 |