Shahadah 'Ilmy; Integrating Fiqh and Astronomy Paradigm in Determining The Arrival of Lunar Months in Indonesia

Formulating the fixed methodology for determining the beginning of Ramadan month and Islamic Feast in Indonesia is still ongoing. This article attempts to offer an integration between sharia and scientific views through 1) the concept of shahadah (witnessing) in the paradigm of fiqh and astronomy, a...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Muh. Arif Royyani, Abdul Mufid, M. Ihtirozun Ni’am, Alfian Qodri Azizi, Achmad Azis Abidin
Format: Article
Language:Arabic
Published: Fakultas Syariah IAIN Madura 2022-01-01
Series:Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial
Subjects:
Online Access:https://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/alihkam/article/view/5320
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849709078119448576
author Muh. Arif Royyani
Abdul Mufid
M. Ihtirozun Ni’am
Alfian Qodri Azizi
Achmad Azis Abidin
author_facet Muh. Arif Royyani
Abdul Mufid
M. Ihtirozun Ni’am
Alfian Qodri Azizi
Achmad Azis Abidin
author_sort Muh. Arif Royyani
collection DOAJ
description Formulating the fixed methodology for determining the beginning of Ramadan month and Islamic Feast in Indonesia is still ongoing. This article attempts to offer an integration between sharia and scientific views through 1) the concept of shahadah (witnessing) in the paradigm of fiqh and astronomy, and 2) the integration of those paradigms in determining the beginning of lunar months, particularly Ramadan and Syawal. This study uses qualitative methods in gaining the data then analyzes it using the approach of Miles & Huberman on interdisciplinary study. The findings of this research are as follows: 1) the concept of shahadah in the paradigm of fiqh is based on religious vows and factual evidence, while the astronomical paradigm perceives it from the certainty of external factors (weather, climate, environment, etc.). 2) Integration of those two paradigms results in better methods. It can turn the shahadah into the quality of qat'i (fixed) while the astronomic perspective gains more legitimacy. The integration is therefore called shahadah-'ilmi which potentially integrates the criteria of crescent visibility (imkan al-rukyah) in Indonesia to minimize the common occurrence on differences in determining those days. (Penetapan awal bulan Ramadhan dan Hari Raya di Indonesia masih terus dirumuskan metodologinya. Artikel ini menawarkan integrasi antara sudut pandang syari’ah dan saintifik melalui kajian atas 1) konsep syahadah dalam paradigma fiqh dan astronomi, 2) integrasi paradigma fiqh dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Islam, utamanya Ramadhan dan Syawal. Penelitian ini menggali data dengan metode kualitatif kemudian menganalisisnya dengan pendekatan Miles & Huberman tentang kajian interdisipliner. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Konsep shahadah dalam paradigma fiqh adalah penglihatan yang disertai dengan sumpah dan bukti faktual, sementara dalam paradigma astronomi, shahadah didasarkan pada kepastian ukuran dari faktor–faktor eksternal meliputi cuaca, iklim dan lingkungan. 2) Integrasi dua paradigma tersebut menghasilkan metode yang lebih baik dalam penentuan awal Ramadhan dan Syawal. Shahadah dalam sudut pandang fiqh berubah menjadi qath’i (pasti), sementara hasil persaksian astronomi semakin memperoleh legitimasi. Integrasi kedua paradigma melahirkan konsep shahadah-'ilmi yang dapat digunakan untuk menentukan tampaknya hilal (rukyah hilal) awal Ramadhan dan Syawal di Indonesia sehingga perbedaan yang kerap terjadi dalam menentukan dua awal bulan tersebut dapat diminalisir.)
format Article
id doaj-art-a5bb75ffdc3d4d36be8d25a54b625b53
institution DOAJ
issn 1907-591X
2442-3084
language Arabic
publishDate 2022-01-01
publisher Fakultas Syariah IAIN Madura
record_format Article
series Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial
spelling doaj-art-a5bb75ffdc3d4d36be8d25a54b625b532025-08-20T03:15:26ZaraFakultas Syariah IAIN MaduraAl-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial1907-591X2442-30842022-01-0116250352410.19105/al-lhkam.v16i2.53205320Shahadah 'Ilmy; Integrating Fiqh and Astronomy Paradigm in Determining The Arrival of Lunar Months in IndonesiaMuh. Arif Royyani0Abdul Mufid1M. Ihtirozun Ni’am2Alfian Qodri Azizi3Achmad Azis Abidin4Universitas Islam Negeri Walisongo SemarangSekolah Tinggi Agama Islam Khozinatul Ulum BloraUniversitas Islam Negeri Walisongo SemarangUniversitas Islam Negeri Walisongo SemarangUniversitas Islam Negeri Walisongo SemarangFormulating the fixed methodology for determining the beginning of Ramadan month and Islamic Feast in Indonesia is still ongoing. This article attempts to offer an integration between sharia and scientific views through 1) the concept of shahadah (witnessing) in the paradigm of fiqh and astronomy, and 2) the integration of those paradigms in determining the beginning of lunar months, particularly Ramadan and Syawal. This study uses qualitative methods in gaining the data then analyzes it using the approach of Miles & Huberman on interdisciplinary study. The findings of this research are as follows: 1) the concept of shahadah in the paradigm of fiqh is based on religious vows and factual evidence, while the astronomical paradigm perceives it from the certainty of external factors (weather, climate, environment, etc.). 2) Integration of those two paradigms results in better methods. It can turn the shahadah into the quality of qat'i (fixed) while the astronomic perspective gains more legitimacy. The integration is therefore called shahadah-'ilmi which potentially integrates the criteria of crescent visibility (imkan al-rukyah) in Indonesia to minimize the common occurrence on differences in determining those days. (Penetapan awal bulan Ramadhan dan Hari Raya di Indonesia masih terus dirumuskan metodologinya. Artikel ini menawarkan integrasi antara sudut pandang syari’ah dan saintifik melalui kajian atas 1) konsep syahadah dalam paradigma fiqh dan astronomi, 2) integrasi paradigma fiqh dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Islam, utamanya Ramadhan dan Syawal. Penelitian ini menggali data dengan metode kualitatif kemudian menganalisisnya dengan pendekatan Miles & Huberman tentang kajian interdisipliner. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Konsep shahadah dalam paradigma fiqh adalah penglihatan yang disertai dengan sumpah dan bukti faktual, sementara dalam paradigma astronomi, shahadah didasarkan pada kepastian ukuran dari faktor–faktor eksternal meliputi cuaca, iklim dan lingkungan. 2) Integrasi dua paradigma tersebut menghasilkan metode yang lebih baik dalam penentuan awal Ramadhan dan Syawal. Shahadah dalam sudut pandang fiqh berubah menjadi qath’i (pasti), sementara hasil persaksian astronomi semakin memperoleh legitimasi. Integrasi kedua paradigma melahirkan konsep shahadah-'ilmi yang dapat digunakan untuk menentukan tampaknya hilal (rukyah hilal) awal Ramadhan dan Syawal di Indonesia sehingga perbedaan yang kerap terjadi dalam menentukan dua awal bulan tersebut dapat diminalisir.)https://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/alihkam/article/view/5320integrationastronomyfiqhshahadah al-‘ilmi
spellingShingle Muh. Arif Royyani
Abdul Mufid
M. Ihtirozun Ni’am
Alfian Qodri Azizi
Achmad Azis Abidin
Shahadah 'Ilmy; Integrating Fiqh and Astronomy Paradigm in Determining The Arrival of Lunar Months in Indonesia
Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial
integration
astronomy
fiqh
shahadah al-‘ilmi
title Shahadah 'Ilmy; Integrating Fiqh and Astronomy Paradigm in Determining The Arrival of Lunar Months in Indonesia
title_full Shahadah 'Ilmy; Integrating Fiqh and Astronomy Paradigm in Determining The Arrival of Lunar Months in Indonesia
title_fullStr Shahadah 'Ilmy; Integrating Fiqh and Astronomy Paradigm in Determining The Arrival of Lunar Months in Indonesia
title_full_unstemmed Shahadah 'Ilmy; Integrating Fiqh and Astronomy Paradigm in Determining The Arrival of Lunar Months in Indonesia
title_short Shahadah 'Ilmy; Integrating Fiqh and Astronomy Paradigm in Determining The Arrival of Lunar Months in Indonesia
title_sort shahadah ilmy integrating fiqh and astronomy paradigm in determining the arrival of lunar months in indonesia
topic integration
astronomy
fiqh
shahadah al-‘ilmi
url https://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/alihkam/article/view/5320
work_keys_str_mv AT muharifroyyani shahadahilmyintegratingfiqhandastronomyparadigmindeterminingthearrivaloflunarmonthsinindonesia
AT abdulmufid shahadahilmyintegratingfiqhandastronomyparadigmindeterminingthearrivaloflunarmonthsinindonesia
AT mihtirozunniam shahadahilmyintegratingfiqhandastronomyparadigmindeterminingthearrivaloflunarmonthsinindonesia
AT alfianqodriazizi shahadahilmyintegratingfiqhandastronomyparadigmindeterminingthearrivaloflunarmonthsinindonesia
AT achmadazisabidin shahadahilmyintegratingfiqhandastronomyparadigmindeterminingthearrivaloflunarmonthsinindonesia