Analisis Proksimat dan Karakteristik Fisik Beras Analog Berbasis Tepung Sukun dengan Penambahan Ikan Teri Nasi
Latar Belakang: Beras merupakan makanan pokok orang Indonesia, oleh karena itu banyak dikembangkan produk beras analog bernilai gizi tinggi dan lengkap. Penelitian ini menggunakan tepung komposit berbasis tepung sukun dengan penambahan ikan teri nasi sebagai upaya alternatif untuk meningkatkan kandu...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Universitas Airlangga
2025-06-01
|
| Series: | Amerta Nutrition |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/view/63230 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Latar Belakang: Beras merupakan makanan pokok orang Indonesia, oleh karena itu banyak dikembangkan produk beras analog bernilai gizi tinggi dan lengkap. Penelitian ini menggunakan tepung komposit berbasis tepung sukun dengan penambahan ikan teri nasi sebagai upaya alternatif untuk meningkatkan kandungan gizi dalam formula beras analog.
Tujuan: Mengetahui karakteristik kimia dan fisik formula beras analog berbasis tepung sukun dan ikan teri nasi.
Metode: Penelitian experimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu penambahan ikan teri nasi dengan empat perlakuan (0%; 2,5%; 5%; 7,5%), dan tiga ulangan. Uji kimia difokuskan pada analisis proksimat yang terdiri dari kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat. Uji fisik meliputi densitas kamba, waktu tanak, daya ikat air, berat 1000 butir, dan tingkat kekerasan. Analisis data menggunakan Analysis of Varian (ANOVA), dan uji Post Hoc Duncan Multiple Range Test (DMRT).
Hasil: Penambahan ikan teri nasi meningkatkan kadar abu, dan protein, menurunkan lemak dan tidak berpengaruh terhadap karbohidrat dan energi secara signifikan dibandingkan kontrol. Beras analog mengandung kadar protein sebesar 4,94-8,41%. Kadar air memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) maksimal 14%. Penambahan ikan teri nasi dalam formula beras analog menurunkan daya ikat air dan meningkatkan densitas kamba, namun tidak berpengaruh terhadap waktu tanak, berat 1000 butir, dan tingkat kekerasan. Waktu tanak beras analog berkisar 15-16 menit, dan berat 1000 butir berkisar 16,33-17,57 g.
Kesimpulan: Penambahan ikan teri nasi dalam formula beras analog menghasilkan protein yang lebih tinggi, lemak dan karbohidrat yang lebih rendah dibandingkan kontrol. Kadar air beras analog memenuhi syarat SNI. |
|---|---|
| ISSN: | 2580-1163 2580-9776 |