Pengaruh Pemberian Ekstrak Kunyit Putih (Curcuma zedoaria Rosc.) terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Terpapar Asap Rokok

Asap rokok menghasilkan radikal bebas yang menyebabkan stres oksidatif dan kerusakan berbagai biomolekul tubuh. Peningkatan kadar malondialdehid (MDA) merupakan salah satu penanda terjadinya stres oksidatif. Mekanisme pertahanan tubuh terhadap stres oksidatif melibatkan senyawa antioksidan. Kunyit p...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: I Made Agus Sunadi Putra, I Putu Tangkas Suwantara, Maria Malida Vernandes Sasadara, Ni Nyoman Wahyu Udayani
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Mahasaraswati Denpasar 2025-03-01
Series:Jurnal Ilmiah Medicamento
Subjects:
Online Access:https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/Medicamento/article/view/10793
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Asap rokok menghasilkan radikal bebas yang menyebabkan stres oksidatif dan kerusakan berbagai biomolekul tubuh. Peningkatan kadar malondialdehid (MDA) merupakan salah satu penanda terjadinya stres oksidatif. Mekanisme pertahanan tubuh terhadap stres oksidatif melibatkan senyawa antioksidan. Kunyit putih (Curcuma zedoaria Rosc.) mengandung senyawa antioksidan yang diprediksi mampu menghambat kerusakan oksidatif, namun potensinya secara in vivo masih perlu dibuktikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak etanol kunyit putih terhadap kadar MDA pada tikus putih jantan (Rattus novergicus strain Wistar) yang dipaparkan asap rokok. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group. Lima kelompok perlakuan terdiri atas kelompok kontrol sehat (P1), kelompok kontrol yang dipaparkan asap rokok tanpa perlakuan (P2), kelompok perlakuan ekstrak kunyit putih dosis 100 mg/kgBB (P3), 200 mg/kgBB (P4), dan kelompok kontrol positif yang diberikan vitamin C (P5). Paparan asap rokok diberikan selama 14 hari, kemudian darah diambil dari vena orbita pada hari ke-15 untuk pengukuran kadar MDA dengan metode ELISA. Rerata kadar MDA (mmol/ml) masing-masing kelompok adalah: 0,118 (P1), 0,121 (P2), 0,094 (P3), 0,059 (P4), dan 0,089 (P5). Hasil analisis ANOVA dan uji post hoc LSD (α = 0,05) menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok P2 dan P4 (p < 0,05), namun tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok P3, P4, dan P5. Pemberian ekstrak kunyit putih dosis 200 mg/kgBB menurunkan kadar MDA secara signifikan dan menunjukkan aktivitas antioksidan yang sebanding dengan vitamin C.
ISSN:2356-4814